Cerita Bupati OKU, Formasi CPNS Dokter Spesialis Kosong Peminat : Dokter Kurang Tertarik Jadi PNS



Cerita Bupati OKU, Formasi CPNS Dokter Spesialis Kosong Peminat : Dokter Kurang Tertarik Jadi PNSbaturajaradio.com -- Empat formasi CPNS untuk dokter spesialis di Ogan Komering Ulu (OKU) satupun tidak terisi alias tidak ada pendaftar.

Bupati OKU Drs H Kuryana Azis, yang ditemui saat meninjau pelaksanaan ujian seksi CPNS di Gedung Nara Praja Bandiklat Kabupaten OKU Rabu (29/1/2020) menjelaskan, Kabupaten OKU membutuhkan 4 dokter spesialis meliputi anastesi, bedah, mata dan radiologi.
Namun sampai waktu pendaftaran tidak ada pendaftar.


"Tidak ada yang daftar, mau bilang apa . karena dokter spesialis kurang tertarik berkarier di PNS mungkin lebih memilih buka praktek sendiri penghasilan lebih besar dan tidak terikat,” kata Bupati.

Kuryana yang juga di dampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kab OKU Mirdaili SSTP Msi menjelaskan, selain dokter spesilias, psikologis klinis juga tidak ada pendaftarnya, padahal Kabupaten OKU sangat membutuhkan Psikolog Klinis karena saat ini psikolog klinis di OKU kosong.

Dikesempatan itu Kuryana Azis mengatakan, Ogan Komering Ulu menjadi satu-satunya Kabupaten di Sumsel yang sudah menyelenggarakan sendiri test ASN di Gedung Nara Praja Bandiklat Kabupaten OKU.

Gedung ini memiliki fasilitas 104 unit komputer dengan server internet menggunakan satelit 24 jam non stop, aliran listrik dengan kekuatan 66.000 VA dengan kekuatan 100 KPA.

Bupati yang didampingi Mirdaili menjelaskan, dalam satu hari test CAT dibagi menjadi lima sesi dan setiap sesi diikuti sekitar 90-an peserta.

Jumlah peserta test CAT di OKU sebanyak 8.846 orang dengan perincian tenaga pendidik sebanyak 3.340 orang, tenaga kesehatan sebanyak 1.460 orang dan tenaga teknis sebanyak 4.047 orang.

Sedangkan yang akan diterima sebanyak 160 orang dengan formasi, tenaga pendidik sebanyak 52 orang, tenaga kesehatan sebanyak 61 orang dan tenaga teknis sebanyak 47 orang.

Mirdaili yang didampingi Kabid P3I ( Pengadaan Penilaian Kinerja Pemberhentian dan Informasi) Hj Ari Susanti SH MH mengatakan, dengan Sistem CAT (Computer Asissted Test) ini nilai peserta test bisa langsung dipantau melaui layar monitor.

Terihat keluarga peserta tes focus memantau perolehan nilai anaknya dari menit kemenit.

Panitia juga menempel nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang harus dipenuhi oleh setiap peserta seleksi meliputi TKP (Tes Karakter Pribadi) nilainya minimal 126, TIU (Tes Intelegensia Umum) nilainya minimal 80 dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) , nilainya minimal 65.


(https://palembang.tribunnews.com/2020/01/29/cerita-bupati-oku-formasi-cpns-dokter-spesialis-kosong-peminat-dokter-kurang-tertarik-jadi-pns)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.