BPS OKU: Kenalkan Sensus Penduduk 2020 ke Sekolah dan Kampus

Baturajaradio.com - Sejak satu minggu yang lalu Tim Mako SP2020 BPS Kabupaten OKU melaksanakan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 ke dunia pendidikan yang dikenal dengan Census goes to school & campus. Saat ini ada 6 lembaga pendidikan  yang menjadi target yakni 2 perguruan tinggi, 2 SMA, 1 SMK dan 1 MAN.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU,  Ir. Budiriyanto, MAP usai melakukan pembukaan sosialisasi Sensus Penduduk 2020 di Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN 1) OKU, Jum'at (29/11) bertempat di Aula MAN 1 OKU,  yg diikuti perwakilan tiap kelas XII.

Menurut Budiriyanto, setelah melakukan sosialisasi Sensus Penduduk 2020  melalui FGD tanggal 21 September 2019  lalu di Aula Abdi Praja Pemkab OKU yang dihadiri oleh ketua DPRD, Forkompinda, Sekda, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Para Kepala OPD, Para Pimpinan Instansi Vertikal, Para Pimpinan Perguruan Tinggi/BUMN/BUMD, Ketua MUI, Ketua BAZNAS, dan Para Camat se Kabupaten OKU. ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN dan BUMD. Kemudian dilanjutkan sosialisasi di gedung aula PKK Kabupaten OKU pada 7 November 2019 lalu dengan peserta Ketua dan Pengurus DWP Sekretariat Daerah, OPD, Kecamatan dan Kelurahan se Kabupaten OKU. Saat ini sosialisasi mulai menyasar dunia pendidikan.

Dijelaskan Budiriyanto, kegiatan ini telah berlangsung sejak tanggal 25 Novembber 2019 lalu, yang diawali kunjungan ke SMA Negeri 4 OKU, Universitas Baturaja, SMK Negeri 1 OKU, AMIK "AKMI", SMA Negerin1 OKU dan berakhir hari ini di MAN 1 OKU.
Kegiatan ini akan berlanjut pada bulan yang akan datang dan menyasar lembaga pendidikan diluar ibukota kabupaten.

Dari peserta didik dipilih masing-masing dua orang putra dan putri yg dinobatkan sebagai "Duta Sensus Penduduk 2020". Diharapkan selain dua yang terpilih di setiap lembaga, seluruh peserta didik dapat menjadi "Duta" atau “Agen Sensus Penduduk 2020” dan dapat memberikan informasi terkait pelaksanaan kegiatan Sensus Penduduk Online di sekolah/kampus dan tempat tinggal masing-masing. Selain itu juga dapat mendorong para peserta didik lain dan keluarganya serta masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Sensus Penduduk Online, membantu melakukan sosialisasi Sensus Penduduk 2020 dan pada saat pencacahan menerima kedatangan petugas sensus secara dengan memberikan jawabab yang benar.

Sesuai amanah Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik serta Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik, maka Badan Pusat Statistik (BPS) diberikan amanah untuk melaksanakan kegiatan statistik dasar, statistik sektoral dan statistik khusus. Pada tahun 2020 mendatang, BPS akan melaksanakan Sensus Penduduk. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) adalah sensus penduduk ke tujuh di Indonesia yang akan dilaksanakan sejak tahun 1961.

Sensus Penduduk merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan sejalan dengan resolusi PBB pada program Sensus Penduduk dan Perumahan dunia tahun 2020 yang diadopsi oleh Economic and Social Counsil (ECOSOC) pada tahun 2015. Resolusi ini untuk memastikan negara-negara anggota PBB melaksanakan sensus pada periode 2015- 2024.

Kegiatan SP2020 bertujuan untuk memperoleh data dasar kependudukan yang sangat strategis dan terkini dalam rangka menuju satu data kependudukan Indonesia. SP2020 akan dilaksanakan mengacu pada proses bisnis yang terdiri dari 7 tahapan. Tahapan yang sangat penting dalam pengumpulan data yang melibatkan partisipasi aktif penduduk adalah pada tahap 3 yaitu Sensus Penduduk Online. Sensus Penduduk Online akan dilakukan pada periode bulan Februari s.d Maret 2020 dan mencakup seluruh keluarga dan penduduk Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang bertempat tinggal dalam wilayah teritorial Indonesia, termasuk wilayah teritorial Indonesia di luar negeri.

Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020) merupakan penyelenggaraan kegiatan pencacahan lengkap seluruh Penduduk Indonesia yang ketujuh. Inovasi dan pembaruan pada SP2020 dibandingkan enam sensus penduduk sebelumnya adalah  pemanfaatan data administrasi kependudukan (adminduk) dari Direktorat  Jenderal  Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) sebagai data dasar untuk kegiatan pencacahan penduduk secara lengkap. Selain itu, SP2020 juga akan memanfaatkan berbagai moda pengumpulan data yang menggunakan teknologi informasi terkini, seperti Computer Aided Web Interviewing (CAWI) dan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). SP2020 merupakan titik awal menuju terwujudnya Satu Data Kependudukan Indonesia.

SP2020 akan menghasilkan statistik dasar yang komprehensif sampai wilayah administratif terkecil. Data yang dikumpulkan antara lain: nama penduduk, jenis kelamin, status perkawinan, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, suku bangsa,  agama, tingkat pendidikan, informasi mengenai pekerjaan, serta karakteristik perumahan. SP2020 juga akan mengumpulkan informasi tentang Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat tempat tinggal, serta kesesuaiannya dengan data adminduk.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.