Pegiat Antikorupsi-Pegawai KPK Doa Bersama untuk Korban Demo Ricuh di DPR


Pegiat Antikorupsi-Pegawai KPK Doa Bersama untuk Korban Demo Ricuh di DPRbaturajaradio.com - Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dan perwakilan pegawai KPK menggelar renungan malam dan doa bersama untuk korban demo yang meninggal dunia. Foto korban dipasang di atas meja dengan menyalakan lilin.

Pantauan detikcom di lobi gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (11/10/2019), puluhan orang dari Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dan pegawai KPK memegang lilin sembari berdoa bersama. Terlihat penyidik KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo dan Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ikut hadir dalam acara tersebut. Ustaz Nurstofa memimpin doa bersama untuk korban demo tersebut.

"Masing-masing berdoa menurut keyakinan, untuk agama islam membacakan Al-Fatihah," kata Ustaz Nurstofa.



Nurstofa juga meminta seluruh dosa korban demo yang meninggal dunia dimaafkan serta bisa diterima di sisi Allah. "Maafkan dosa saudara kami dan semoga berada di sisimu ya Allah," sambung dia.

Dalam acara renungan malam dan doa bersama ini, mereka berdiri dengan orasi dan menyanyikan lagu darah juang. Setelah itu, lilin yang dipegang diletakkan di depan foto korban demo yang meninggal.



Peneliti ICW Tibiko Zabar mengatakan, banyak korban demo yang mengalami luka-luka dan meninggal dunia saat unjuk rasa demo di DPR pada beberapa waktu lalu. Korban demo tersebut disebutnya sebagai pahlawan demokrasi.

"Kita semua sama-sama turun, kita sama-sama berjuang mewujudkan keadilan masyarakat, ternyata banyak teman-teman kita yang sampai dengan hari ini mengalami luka-luka dan hari ini sebenarnya merupakan bentuk refleksi. Kami harus menegakkan demokrasi hingga akhirnya memakan korban para pahlawan demokrasi 5 orang dari pelajar mahasiswa yang harus meregang nyawa," kata Tibiko di lokasi.



KPK, sambung Tibiko, merupakan rumah publik bersama bagi mahasiswa hingga pelajar yang menuntut keadilan di Indonesia. Sebab itu, KPK menjadi simbol bersama bagi para mahasiswa.

"Kenapa Kami hadir di sini KPK kami anggap sebagai rumah bersama KPK akan dianggap sebagai rumah publik yang juga mewakili apa yang dilakukan diekspresikan oleh teman-teman mahasiswa di seluruh daerah," jelas dia.



Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Nasional Khalisah Khalid menjelaskan saat ini Indonesia mengalami darurat demokrasi dengan meninggalnya korban demo tersebut. KPK lanjut dia sebagai rumah demokrasi bagi mahasiswa hingga nelayan yang memperjuangkan keadilan.

"KPK menjadi salah satu tempat bagi kita untuk bisa menjadi rumah demokrasi bagi seluruh rakyat petani-nelayan mahasiswa buruh gerakan lingkungan gerakan masyarakat adat semua yang memperjuangkan keadilan dan demokrasi hari ini menempatkan KPK sebagai salah satu rumah demokrasi," jelas Khalid.



Bagi Khalid, DPR semestinya menjadi rumah demokrasi untuk mahasiswa hingga nelayan, namun gedung parlemen justru menjadi tempat mematikan bagi rakyat.

"Mestinya gedung parlemen, DPR itu bisa menjadi rumah demokrasi bagi rakyat tapi kita tahu justru rumah rakyat gedung DPR RI menjadi tempat yang mematikan bagi rakyat yang memperjuangkan keadilan dan demokrasi," tutur dia.

Seperti diketahui, dua orang mahasiswa Universitas Haluoleo, Randy dan M Yusuf Kardawi, tewas saat aksi unjuk ras yang berlangsung ricuh di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Di Jakarta tiga orang korban tewas yaitu Akbar Alamsyah dan Maulana Suryadi alias Yadi serta Bagus Putra Mahendra.


(https://news.detik.com/berita/d-4743068/pegiat-antikorupsi-pegawai-kpk-doa-bersama-untuk-korban-demo-ricuh-di-dpr/3)






Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.