Dampak Kabut Asap, 8 Penerbangan dari Kualanamu Ditunda

Dampak Kabut Asap, 8 Penerbangan dari Kualanamu Ditundabaturajaradio.com - Sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, tertunda. Penundaan dilakukan karena dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Manager 
of Branch Communication & Legal Bandara Kualanamu Wishnu Budi Setianto mengatakan penundaan dan pembatalan penerbangan dilakukan karena jarak pandang yang pendek.
"Dari data Bandara Kualanamu menunjukkan ada delapan penerbangan yang tertunda keberangkatannya. Ditambah dua penerbangan yang dibatalkan dengan tujuan Penang, Malaysia," terang Wisnu, Rabu (18/9/2019).

Delapan penerbangan yang tertunda keberangkatannya yakni dua penerbangan tujuan Pekanbaru dan lima penerbangan ke Penang.

"Lalu satu penerbangan rute Singapura-Penang yang dialihkan (divert) ke Kualanamu," imbuhnya.

Terkait dengan kabut asap, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan menjelaskan, asap berasal dari Karhutla di sejumlah kabupaten di Sumut.

Di antaranya, di Kabupaten Asahan, Humbang Hasundutan, Padanglawas Utara, dan Labuhanbatu. Titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah.

"Kami pantau dari satelit Terra dan Aqua ada enam titik panas dengan tingkat kepercayaan 50 persen," jelas Kepala BBMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan.

Hasil analisis, lanjutnya, menunjukkan kabut asap tidak memberi dampak serius pada penerbangan. Jarak pandang di Bandara Kualanamu saat ini, masih cukup jauh sekitar 3 km.

Begitu juga di Bandara Aek Godang (Padang Lawas Utara). Sedangkan di Bandara Binaka (Nias) dan FL Tobing (Tapanuli Tengah) jarak pandang sekitar 10 km.

(https://news.detik.com/berita/d-4711938/dampak-kabut-asap-8-penerbangan-dari-kualanamu-ditunda)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.