Banner

Banner
Kapolres OKU

Kemarau, PDAM OKU Juga Kuwalahan

Kemarau, PDAM OKU Juga Kuwalahanbaturajaradio.com -Minimnya curah hujan memberi dampak yang cukup terasa. Beberapa hari terakhir masyarakat merasakan suhu dingin di malam hari, sedangkan pada siang hari matahari bersinar terik.

Selain suhu udara yang panas di siang hari, hujan yang tak kunjung turun juga berdampak dengan penggunaan air bersih.

Seperti halnya dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) OKU, juga mengaku cukup kewalahan memenuhi permintaan air bersih para pelanggan.

"Produksi air turun, sementara penggunaan air bersih meningkat," ujar direktur PDM OKU melalui Kasi Produksi, Eko Supriyanto.

Dia menjelaskan, selama musim kemarau penggunaan air bersih meningkat khususnya di siang hari. Cuaca terik membuat masyarakat mandi di siang hari untuk mengurangi rasa panas.

Selama bulan Juni dan Juli lalu, air bersih yang didistribusikan sampai 600 ribu kubik. Padahal pada bulan-bulan sebelumnya PDAM mendistribusikan air sebanyak 700 ribu kubik per bulan.

Penurunan distribusi ini sebagai imbas dari turunnya debit air baku Sungai Ogan. "Kalau pendangkalan Sungai semakin parah, air baku di sungai Ogan akan diarahkan (bendung)," katanya.

Meskipun kemarau, perusahaan ini belum menerapkan pembendungan, karena debit Sungai masih mampu disedot untuk diolah menjadi air bersih. 

Kendati permintaan air bersih meningkat, pembelian air dengan tangki dinilai tidak ada peningkatan. "Ada pembelian tapi bukan dari pelanggan," imbuhnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.