Sungai Cimanuk Meluap, Warga Indramayu Mulai Mengungsi

Luapan sungai Cimanuk merendam ribuan rumah warga di empat desa di Kabupaten Indramayu, Senin (8/4). Banjir juga membuat jalan provinsi penghubung Kecamatan Indramayu - Kecamatan Jatibarang ditutup karena terendam. Baturajaradio.com - Warga yang rumahnya terendam banjir luapan sungai Cimanuk di Kabupaten Indramayu memilih untuk mengungsi, Senin (8/4). Pasalnya, hingga petang, banjir belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.
Hal itu seperti yang terlihat di Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu. Warga memilih mengungsi ke rumah sanak keluarga mereka yang tidak terendam banjir.
Salah seorang warga setempat, Ila Rositadewi (29 tahun), mengungsi bersama suami dan dua orang anaknya ke rumah saudaranya di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Dia hanya mengungsi dengan membawa surat-surat berharga miliknya.
‘’Banjir masuk ke dalam rumah dengan ketinggian pinggang orang dewasa,’’ ujar perempuan yang sedang hamil tua itu.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Toniroh (45 tahun). Dia juga mengungsi karena rumahnya terendam banjir hingga di atas lutut orang dewasa.
Sementara itu, petugas kepolisian bersama TNI terus memeriksa rumah-rumah warga yang terendam banjir. Mereka mengimbau warga untuk segera mengungsi karena banjir terus meninggi hingga sepinggang orang dewasa.
‘’Kami upayakan evakuasi door to door untuk memastikan tidak ada warga yang masih di dalam rumah karena ini sudah malam dan banjir semakin meluas,’’ kata Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki, saat ditemui di lokasi banjir.
Polres Indramayu dan BPBD setempat juga telah mendirikan tenda pengungsian di halaman Balai Desa Plumbon, Kecamatan Indramayu.
Berdasarkan pantauan Republika.co.id, hingga pukul 18.15 WIB, banjir masih belum surut. Bahkan di sejumlah titik, ketinggian banjir malah semakin bertambah. Air pun mengalir dengan deras akibat tingginya debit sungai Cimanuk yang datang dari wilayah hulu.
Ribuan rumah warga di sejumlah desa di Kabupaten Indramayu, terendam banjir, Senin (8/4). Hal itu terjadi akibat meluapnya sungai Cimanuk seiring meningkatnya debit air di hulu sungai tersebut.(https://nasional.republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.