Banner

Banner
Kapolres OKU

Sektor Pertambangan Sumsel Sumbang NPL Tertinggi

Sektor Pertambangan Sumsel Sumbang NPL Tertinggibaturajaradio.com -Pertambangan dan Penggalian di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun ini, ternyata memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap resiko kredit di wilayah ini.

Awal Januari 2019, ungkap Kepala BI Perwakilan Sumsel Yunita Resmi, besaran angka Non Performing Loan (NPL) dari kredit pertambangan, membuatnya tembus 4,24%.

"NPL kita cukup tinggi di tahun ini, dimana tembus 4,24%, dan ini jadi angka yang cukup tinggi tiga tahun terakhir, karena berada pada level yang cukup tinggi sejak bulan Oktober 2018," ungkapnya dalam kegiatan rilis, Senin (4/3/19).

Yunita mengungkapkan, naiknya resiko kredit di Provinsi yang dikenal dengan tambang Batubaranya ini, lebih kepada pengaruh global, seperti penurunan harga batubara yang dialami secara nasional, dan juga permintaan yang turun namun NPL masih di bawah 5%.

"Sektor ini sejak kuartal ke empat tahun lalu berkontribusi tertinggi terhadap NPL yakni 24.86 persen, dan Januari tahun ini menjadi 24.15 persen. Jadi perlu di waspadai dan perlu diingat tentang basis kredit, sehingga menyebabkan NPL," imbuhnya.

Meski begitu, Yunita melihat untuk sektor konsumtif resiko kreditnya masih rendah, yakni 1,73% pada Januari 2019. Namun hal itu tetap perlu diwaspadai.

"Pangsa kredit terbesar ditunjukkan pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor industri pengolahan," tandasnya. (http://www.rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.