Banner

Banner
Pemkab OKU

Hortikultura Penyumbang Terbesar Pertumbuhan Sektor Pertanian di OKU

Baturajaradio.com - Dalam beberapa tahun terakhir ini sub sektor tanaman hortikultura menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan sektor pertanian di Kabupaten OKU. Pertumbuhan ekonomi sub sektor hortikultura pada tahun 2015 sebesar 7,79 persen,  tahun 2016 sebesar 7,88 persen dan tahun 2017 sebesar 7,05 persen. Cuaca yang lebih kondusif dan pola tanam yang baik menyebabkan produksi sayur-sayuran dan buah-buahan meningkat cenderung meningkat.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten OKU, Ir. Budiriyanto, MAP usai melakukan panen cabe bersama Dinas Pertanian Kabupaten dan BPS Kabupaten OKU, Rabu (27/3) di Desa Lubuk Leban Kecamatan Sosoh Buay Rayap.

Menurut Budiriyanto, struktur perekonomian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam kurun waktu 2015-2017  masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Hal ini terlihat dari besarnya kontribusi lapangan usaha ini dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten OKU. Meskipun demikian peranan lapangan usaha ini cenderung semakin menurun dan diiringi dengan meningkatnya peranan lapangan usaha lainnya dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan adanya indikasi telah terjadinya transformasi struktural ke arah yang semakin modern pada perekonomian Ogan Komering Ulu.

Kontribusi lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan  menempati posisi tertinggi dalam pembentukan PDRB Kabupaten OKU.  Kontribusi lapangan usaha ini pada tahun 2015 sebesar 24,54 persen manjadi 21,49 persen pada tahun 2016, sementara tahun 2017 turun menjadi 19,00 persen.  Sementara pertumbuhan ekonomi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar -3,00 persen.

Dari 6 sub sektor pada sektor pertanian,  peternakan, perburuan dan jasa pertanian di Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten OKU,  sub sektor tanaman hortikutura selalu menyumbang pertumbuhan yang tertinggi. Dipridiksi pada tahun-tahun berikutnya pertumbuhan sub sektor ini akan semakin tinggi. Pertumbuhan ekonomi sub sektor hortikultura pada tahun 2015 sebesar 7,79 persen,  tahun 2016 sebesar 7,88 persen dan tahun 2017 sebesar 7,05 persen.

Sub-sektor pada Sektor Pertanian yang juga tumbuh positip setelah sub sektor tanaman hortikultura adalah sub sektor peternakan.  Pertumbuhan ekonomi sub sektor peternakan pada tahun 2015 sebesar 5,21 persen,  tahun 2016 sebesar 6,76 persen dan tahun 2017 sebesar 6,59 persen.

Kemudian diikuti sub sektor tanaman pangan. Pertumbuhan ekonomi sub sektor tanaman pangan tahun 2015 sebesar 5,38 persen, tahun 2016 sebesar 4,71 persen dan tahun 2017 sebesar 4,72 persen.

Penyumbang keempat pertumbuhan sektor ini adalah sub sektor hortikultura tahunan dan lainnya.  Pertumbuhan sub sektor ini pada tajun 2015 sebesar 2,14 persen, tahun 2016 sebesar 3,44 persen dan tahun 2017 sebesar 3,26 persen.

Sementara dua sub sektor lain dalam sektor ini cenderung mengalami kontraksi dalam pertumbuhannya.  Sub sektor perkebunan pada tahun ini 2015 mengalami pertumbuhan 1,26 persen,  tahun 2016 sebesar -3,14 persen dan tahun 2017 sebesar -5,51 persen.

Sedangkan sub sektor jasa pertanian dan perburuan juga mengalami pertumbuhan negatif. Sub sektor jasa pertanian dan perburuan pada tahun 2015 mengalami pertumbuhan sebesar -0,72 persen, tahun 2016 sebesar 0,03 persen dan tahun 2017 sebesar -0,02 persen.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.