BI Pastikan tidak Ada Gejolak Ekonomi Jelang Pilpres

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan) bersama Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara (kiri) usai menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019).baturajaradio.com - Bank Indonesia (BI) memastikan kondisi ekonomi di Tanah Air stabil dan tidak ada gejolak menjelang pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2019. Karenanya, menurut BI, masyarakat tidak perlu khawatir.

"Kalau stabilitas ekonomi dan pasar keuangan, lihat saja keadaan pasar keuangan dan valuta asing, semua berjalan baik," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Padang, Sumatera Barat, Jumat (29/3), usai melantik Kepala BI perwakilan Sumbar yang baru Wahyu Purnama.

Menurut Mirza, Indonesia sudah melaksanakan pemilu secara langsung sejak 2004 dan bisa dilihat selama ini masyarakat sudah dewasa dalam berdemokrasi. "Kegiatan kampanye, debat dan sebagainya adalah hal yang sudah biasa dan terbukti pada 2004, 2009, 2014 dan saat ini 2019 stabilitas keamanan dan lainnya tetap terkendali," ujarnya.

Ia menyampaikan saat ini di tengah pemilu bisa dilihat pasar keuangan di Indonesia berjalan dengan baik dan normal. "Pasar keuangan, valuta asing, obligasi negara semua baik," katanya.

Mirza menilai kondisi ini berbeda dengan yang dialami Turki saat ini yang juga sedang menghadapi pelaksanaan pemilu. " Situasi pasar keuangan Turki bergejolak karena di sana ekonominya sedang tidak baik yang kemudian mendorong pasar keuangan menjadi tidak stabil," kata dia.

Ia melihat kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia yang juga sedang ada kampanye pemilu legislatif dan pemilu presiden dengan situasi keamanan dan politik tetap terjaga dengan baik sehingga sektor ekonomi dan keuangan juga normal.

https://republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/pp49rt383/bi-pastikan-tidak-ada-gejolak-ekonomi-jelang-pilpres

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.