Banner

Banner
Pemkab OKU

Harga Cabai Anjlok, Bupati Ajak PNS Borong Cabai Petani

Cabaibaturajaradio.com -Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten penghasil produk pertanian hortikultura cukup besar. Lahannya yang sebagian besar berbukit, menyebabkan petani setempat lebih banyak menanam tanaman jenis ini. 

Salah satu jenis tanaman yang mereka harapkan dapat memperoleh hasil maksimal saat musim panen adalah tanaman cabai. Namun pada musim panen saat ini, harga cabe anjlok luar biasa. ''Harga cabai di tingkat petani saat ini hanya dihargai Rp 7.000 per kilogram,'' jelas Aji (45), petani di Desa Pucung Bedug, Kecamatan Purwanegara, Kamis (17/1)

Dia menyebutkan, dengan harga tersebut, banyak petani yang akhirnya membiarkan cabainya membusuk di ladang. ''Jangankan untuk menutup biaya produksi, untuk membiayai ongkos petik saja sudah tidak cukup,'' katanya.

Saat proses panen, kata Aji, petani akan mempekerjakan warga dengan ongkos petik Rp 25 ribu per orang selama setengah hari. Sedangkan hasil cabai yang dipetik, berkisar antara 3-5 kg tergantung tahapan petik yang dilakukan, karena tanaman cabai bisa dipanen sebanyak 4-5 kali.

''Dengan harga sekarang yang hanya Rp 7.000 per kilogram, jelas tidak cukup untuk membayar tenaga petik. Bukannya mendapat untung, tapi malah buntung,'' katanya. 

Dia menyebutkan, untuk dapat menutup ongkos petik dan biaya budidaya yang sudah dikeluarkan, paling tidak hanya cabe laku dijual Rp 15 ribu. ''Itu pun kita tidak mendapat untung. Tapi paling tidak bisa menutup biaya perawatan tanaman yang sudah kami keluarkan,'' jelasnya.

Menanggapi kondisi ini, Bupati Budhi Sarwono meminta para petani untuk bersabar. Dengan adanya Surat Edaran Gubernur Ganjar Pranowo, dia mengaku sudah menindaklanjuti dengan menghimbau para PNS di lingkungan Pemkab Banjarnegara memborong cabe hasil panen petani.

Bupati juga mengaku, keluarganya sudah memborong cabai langsung dari petani sebanyak 2 kuintal. Bahkan dia juga membeli berbagai sayuran seperti kacang panjang, tomat, jagung, oyong dan mentimun, yang saat ini harganya juga anjlok.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Totok Setya Winarno, menyebutkan anjloknya harga cabai saat ini karena hampir semua sentra pertanian penghasil cabai, sedang memasuki panen raya. ''Dalam kondisi hasil panen melimpah dan permintaan tidak bertambah, maka harganya pun menjadi anjlok,'' katanya. (https://nasional.republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.