Banner

Banner
Pemkab OKU

Musim Hujan di Sumatera Selatan Diprediksi Berlangsung Hingga April 2019. Bisa Ada Hujan Es

Musim Hujan di Sumatera Selatan Diprediksi Berlangsung Hingga April 2019. Bisa Ada Hujan Esbaturajaradio.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palembang memprediksi musim hujan di Sumatera Selatan akan berjalan panjang dimulai pada Oktober 2018 hingga April 2019 mendatang.

Hal tersebut diprediksi dari curah hujan yang tinggi dan juga bisa menimbulkan hujan es.
Kasi Data dan Informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang mengatakan, berdasarkan grafik yang dibuat oleh BMKG karakteristik hujan mengalami pola yang hampir sama yakni curah hujan tinggi pada Desember hingga April.

"Intensitasnya di April itu tinggi. Di setiap Kabupaten/kota punya curah hujan yang berbeda," ujar Nandang, Rabu (28/11).

Menurutnya, curah hujan yang tinggi akan terjadi pada Sumsel bagian barat seperti Lahat, Pagaralam, Tebing Tinggi, Empat Lawang, Lubuk Linggau, dan OKU Selatan.

“Dengan karakteristik daerah perbukitan curah hujannya kita prediksi akan tinggi di daerah tersebut karena terjadi proses pembentukan awan hujan yang cukup signifikan dan juga patut di waspadai daerah tersebut adalah banjir. Kalau banjir di perbukitan potensinya bisa juga longsor seperti di kota Palembang curah hujannya bisa 200-400 mm perbulan dan ini kategorinya tinggi,” jelasnya.

Nandang menjelaskan, pihaknya meminta masyarakat untuk waspada terhadap kecenderungan hujan yang diiringin angin kencang di Sumsel.

Apalagi, dalam beberapa kali terakhir ini sudah terjadi angin kencang seperti di wilayah Jakabaring, PALI, Gasing, dan Pagaralam.

"Angin kencang itu disebabkan posisi topografi datar, angin kencang lebih tinggi berpotensi di wilayah dataran luas karena posisi awan cumulonimbus sangat mudah melepaskan energi anginya ke daratan, jadi dataran yang luas justru melancarkan awan melepaskan angin kencang. Jika di daerah perbukitan dia akan terbentuk dengan kontur wilayah berbukit sehingga angin terpecah," ungkapnya.

Dengan curah hujan yang tinggi ini, lanjut Nandang, pihaknya tidak memungkiri akan terjadi hujan es di Sumsel.
"Sumsel sangat mungkin berpotensi hujan es karena itu hujan es itu sifatnya insidentil, tiba-tiba. Karena ketika awan cumulonimbus terlalu dekat dengan daratan, butiran es di dalam awan belum sempat tergesek oleh awan panas sehingga belum sempat mencair tapi langsung jatuh ke bumi," katanya.

(http://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.