Banner

Banner
Pemkab OKU

885 Hektare Hutan Jambi Terbakar, Ini Sebarannya


885 Hektare Hutan Jambi Terbakar, Ini Sebarannyabaturajaradio.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jambi masih terus terjadi. Sebagian lahan perkebunan serta lahan kosong terbakar akibat adanya pembukaan lahan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jambi mencatat 885 hektare luas areal yang terbakar.

"Penyebab karhutla ini masih ada, karena masih banyak masyarakat yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar. Tidak hanya itu faktor cuaca yang sekarang kemarau, juga berpengaruh dengan terjadinya kebakaran," kata Kepala BPBD Jambi Bachyudin Deliansyah, Jumat (5/10/2018).



Berdasarkan hasil pantauan satelit Terra dan Aqua, dan Suomi NPP sebanyak 294 titik hotspot di wilayah Provinsi Jambi terbakar sejak Januari hingga Oktober 2018. Terdapat 62 titik di Kabupaten Muaro Jambi, 52 titik di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 21 titik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 20 titik di Kabupaten Batanghari, 46 titik di Kabupaten Tebo, 13 titik di Kabupaten Bungo, 38 titik di Kabupaten Sarolangun, 37 titik di Kabupaten Merangin, 3 titik di Kabupaten Kerinci, 2 titik di Kota Sungai Penuh, dan Nihil titik di Kota Jambi.



"Untuk luas areal terbakar terdiri dari kawasan hutan 294,75 hektare (33 persen), kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) 590,31 hektare (67 persen), kawasan gambut 263,06 hektare (29,7 persen) dan kawasan mineral 622 hektare (70,3 persen)," ujarnya.

Untuk itu, BPBD menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena saat ini sedang musim kemarau. Sementara untuk jarak pandang yang ada masih normal bekisar 4.000-10.000 meter.

Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI/Polri, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat peduli api juga masih ada yang berada di lokasi hutan ataupun lahan diberbagai titik untuk antisipasi jika adanya kebakaran yang terjadi.

"Walau jumlah kebakaran itu ada penurunan dari tahun sebelumnya. Kita selalu memberikan sosilisasi ke masyarakat dengan melaksanakan program-program seperti program desa tangguh bencana dan sekolah-sekolah tangguh bencana, serta kepada masyarakat peduli api untuk menghindari adanya kebakaran hutan dan lahan yang dikhawatirkan," tukasnya. 


(https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.