Banner

Banner
Pemkab OKU

Tersangka Penyerang Polantas Tol Cipali Tewas Ditembak

Baturajaradio.com - Polisi menangkap sejumlah pelaku yang terlibat dan terkait dengan penyerangan anggota Patroli Jalan Raya di Tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Tiga tersangka yang terkait langsung dengan penembakan Polantas di tol Cipali ditangkap, di mana dua diantaranya tewas ditembak. Polisi juga menangkap empat tersangka lain yang terkait.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menjelaskan, yang terkait langsung dengan penyerangan polantas di Cipali adalah S, IA dan RS. IA dan RS tewas ditembak petugas dalam penyergapan yang dilakukan Senin (3/9) pagi.
"Pada saat ditangkap mereka melawan dengan senpi revolver hasil rampasan anggota Polri. Dilakukan tindakan terukur, dan meninggal dunia. Petugas berhasil menyita senpi revolver," kata Setyo dalam konferensi pers yang digelar di Mabes Polri, Jakarta.
Di hari sebelumnya, Ahad (2/9) polisi menangkap S, C dan G. S berada di lokasi bersama IA dan RS. Sedangkan C dan G diketahui tidak berperan langsung dalam penyerangan anggota polantas, namun turut membantu secara tidak langsung dengan mengetahui aktivitas para pelaku.
Kemudian pada Senin (3/9) sore, setelah menembak IA dan RS, kepolisian juga menangkap IA dan MU yang juga terkait dengan pelaku. Sehingga, jumlah total pelaku yang ditangkap berjumlah tujuh orang. Mereka, kata Setyo terkait satu sama lain di jaringan yang sama. "Mereka terkait JAD (Jamaah Ansharut Daulah)," ujar dia.
Setyo menjelaskan, para pelaku juga terkait dengan penyerangan seorang anggota Polri di Bulakamba, Brebes pada 18 Juli 2018 lalu dan perampasan anggota Sabhara Polres Cirebon, pada 20 Agustus 2018. Selanjutnya penyerangan di Tol Cipali, pada 24 Agustus 2018 lalu, yang menjadi serangan terakhir mereka sebelum dibekuk.
Setyo menambahkan, seorang pelaku bernama H masih berada dalam kejaran petugas. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti pisau, revolver dan kendaraan bermotor. Para pelaku, kata Setyo dijerat dengan UU nomor 5 tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme.
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebelumnya telah menjelaskan, ketiga pelaku di tol Cipali ingin membalas dendam keluarga satu pelaku pernah ditangkap karena terlibat jaringan teroris. "Kenapa dia melakukan itu motifnya pun sudah tahu. Yaitu mertuanya ditangkap. Mertuanya juga anggota JAD (Jamaah Ansharut Daulah) ditangkap duluan sebulan yang lalu. Jadi mungkin dia balas dendam. Dia merampas senjata anggota dan menembak," kata Tito di Jakarta, Jumat (31/8) lalu.
Rangkaian ini bermula saat dua anggota Polantas dari Polda Jabar, Aiptu Widi dan Dodon menjadi korban penembakan saat melakukan patroli di Tol Cipali, Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (24/8) malam. Awalnya Widi dan Dodon sedang melaksanakan patroli dengan menggunakan mobil di Tol Cipali. Namun ketika berada di kilometer 224 keduanya melihat tiga orang pemuda sedang duduk di pinggir jalan tol.
Selanjutnya, mobil patroli mendekat ke tiga orang tersebut. Dari dalam kendaraan, Aiptu widi menanyakan tujuan tiga orang duduk di pinggir tol. Akan tetapi tanpa menjawab pertanyaan, salah satu dari tiga org tersebut langsung menembak keduanya dan sempat dibalas oleh Aiptu Dodon. Para pelaku melarikan diri. Kedua polisi yang menjadi korban pun ditangani medis di RS Mitra Plumbon Cirebon. Hingga akhirnya, Dodon tewas pada Selasa (28/8) (https://www.republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.