Banner

Banner
Pemkab OKU

Kantor KPU Kabupaten Bandung Disapu Puting Beliung


Kantor KPU Kabupaten Bandung Disapu Puting Beliungbaturajaradio.com - Hujan disertai angin terjadi di Soreang, Kabupaten Bandung. Atap Kantor KPU Kabupaten Bandung rusak, genteng berhamburan tersapu angin. Sejumlah komputer pun terkena air hujan.


Sekretaris KPU Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama membenarkan kejadian tersebut. "Iya kena (puting beliung). Gini ya, saya juga baru mau meluncur. Laporan awal (infrastruktur luar bangunan rusak) termasuk komputer-komputer, tapi belum dicek, komputer basah katanya kena air hujan," kata Uka via telepon, Sabtu (22/8/2018).



Uka mengungkapkan, ia mendapatkan informasi tersebut sekitar Pukul 17.00 WIB. Menurutnya, sejumlah komputer tersebut terkena air hujan karena atap kantor KPU disapu angin dan gentengnya berterbangan. "Angin besar, atap-atap, genteng-genteng (terbang), ini lagi meluncur ke kantor," tuturnya.



Uka memastikan untuk file Data Calon Tetap (DCT) Pileg 2018 Kabupaten Bandung disimpan di tempat aman. "Kalau data-data itu Insya Allah aman. Aman ada filenya juga. Semua petugas KPU sedang menuju ke kantor," imbuhnya.


Ketua Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Bandung Yudaningsih, memastikan file DCT Pileg 2018 aman. "Kantor rusak tapi luarnya. File DCT aman, ada di kontainer di ruangan komisioner," kata Yuda via telepon.



Soal komputer yang basah karena terkena air hujan, Yuda berharap file data-data yang ada di komputer tersebut tidak hilang dan dapat di back up. "Mudah-mudahan ada back up nya kami," ujarnya.



Yuda menambahkan, karena masih ada kegiatan pelaporan dana kampanye untuk hari besok. Bila komputer tersebut rusak, pelayanan akan dilakukan secara manual. Namun Yuda belum dapat memastikan hal tersebut, ia sedang bergegas ke kantor KPU. Menurutnya tahapan tersebut harus dilalui. 


"Besok laporan awal dana kampanye, waktunya 23 Desember maksimal Pukul 18.00 WIB, kalau lebih dari itu bakal didiskualifikasi. Seandainya komputernya itu rusak, mudah-mudahan tidak semua, kami harus mengambil langkah, manual mungkin," pungkasnya. 


(https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.