Banner

Banner
Pemkab OKU

Trump Tuding FBI dan Departemen Kehakiman AS Pro-Demokrat


Baturajaradio.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding Biro Investigasi Federal (FBI) dan Departemen Kehakiman mempolitisasi penyelidikan. Trump menyebut kedua lembaga itu tidak netral dan bias mendukung Partai Demokrat.

"Pemimpin dan penyidik FBI dan Departemen Kehakiman telah mempolitisasi proses penyelidikan yang sakral demi menguntungkan Demokrat dan melawan Republik -- sesuatu yang seharusnya tidak terpikirkan terjadi beberapa saat sebelumnya," ucap Trump via akun Twitter pribadinya, @realDonaldTrump, seperti dilansir Reuters, Jumat (2/2/2018).

"Jajaran di bawahnya merupakan orang-orang hebat," imbuh Trump.



Kicauan bernada keras ini diposting Trump saat Gedung Putih diperkirakan akan merilis memo rahasia Partai Republik yang isinya menuding FBI menyalahgunakan kewenangan pengintaian untuk mengincar Trump.

Memo rahasia setebal empat halaman itu disusun oleh para anggota Kongres dari Partai Republik yang tergabung dalam Komisi Intelijen DPR atau House of Representatives (HOR) AS. Devin Nunes yang merupakan anggota parlemen Republikan bertanggung jawab atas memo rahasia itu.



Isi memo itu merupakan tudingan bahwa Departemen Kehakiman AS dan FBI menyalahgunakan program pengintaian yang dikenal sebagai Foreign Intelligence Surveillance Act selama kampanye pemilihan presiden (pilpres) tahun 2016. Disebutkan dalam memo itu bahwa FBI melakukan pengawasan terhadap seorang anggota tim kampanye Trump.

Dalam voting pada Senin (29/1) pekan ini, Komisi Intelijen HOR menyetujui untuk merilis memo rahasia itu ke publik. Trump memiliki waktu sampai akhir pekan ini untuk memutuskan apakah akan mengizinkannya. Usai pidato kenegaraan pada Selasa (30/1) malam, Trump terdengar mengatakan kepada seorang anggota parlemen Republikan bahwa dia '100 persen' akan merilis memo itu.

Secara terpisah, Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly, mengatakan Trump ingin 'semuanya terbuka sehingga warga Amerika bisa mengambil keputusan sendiri'.

Rencana perilisan memo rahasia ini ditentang oleh kalangan Partai Demokrat juga FBI dan Departemen Kehakiman AS. Para politikus Demokrat khawatir memo itu dijadikan upaya mendiskreditkan penyelidikan FBI soal dugaan kolusi tim kampanye Trump dengan Rusia.




FBI dan Departemen Kehakiman AS kompak menyatakan perilisan memo itu berpotensi membahayakan informasi rahasia negara, yang tidak seharusnya diketahui publik. FBI menyatakan kekhawatiran jika memo itu berisi informasi yang tidak akurat.

(https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.