Banner

Banner
Pemkab OKU

Kerajinan Tangan Warga Binaan Rutan Ini Bolehlah, Namun Sayang..

Baturajaradio.com Berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi warga binaan  senantiasa dilakukan oleh pihak Rutan Baturaja.


Hal tersebut ditunjukkan dari beberapa kegiatan yang dikembangkan oleh warga binaan disana.

Salah satunya yang dikerjakan warga binaan perempuan yang membuat kerajinan tangan dari tali kur (tas).

Sayangnya, permasalahan kerajinan tangan warga binaan ini adalah kurangnya modal untuk alat-alat yang digunakan. Seperti tali kur serta furing. Dan juga tidak tersedianya mesin jahit.

"Karena itulah, karya warga binaan di Rutan ini tidak bisa dipasarkan di luar,"  ungkap Retno, selaku instrukur warga binaan perempuan.

Rutan Baturaja sendiri sebagai fasilitator, sebetulnya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh warga binaan yang membuat kerajinan tangan dari tali kur (tas).

"Upaya ini dilakukan tidak hanya untuk mengisi kegiatan warga binaan selama mendekam di Rutan Baturaja. Kemampuan tersebut diharapkan dapat terus berkembang ketika mereka sudah selesai menjalani hukuman di rutan," ujar Retno.

Pihaknya berharap adanya bantuan dari Pemda setempat ataupun pihak ketiga untuk melengkapi kekurangan alat-alat  tersebut serta bahan-bahannya.

Kepala Rutan Baturaja, Herdianto, menambahkan bahwa hasil karya warga binaan Rutan Baturaja juga sempat ditampilkan di Citimall Baturaja, serta acara pemberian  remisi HUT RI Ke 72 yang dihadiri oleh wakil bupati OKU dan unsur muspida.

Karya yang ditampilkan diantaranya daur ulang limbah Koran, produk olahan berbahan dasar kayu. Seperti meja dan kursi yang telah dihasilkan oleh  warga binaan.

"Selain itu ada juga pembinaan  berupa pelatihan budidaya ikan air tawar dan pertanian, yang sekarang dalam perbaikan. Ini juga merupakan salah satu program yang diharapkan kedepannya dapat bermanfaat bagi Warga Binaan setelah bebas nanti," jelas Herdianto.

Dengan kata lain lanjut dia, pemberdayaan melalui kegiatan positif diharapkan mampu menciptakan enterpreneur baru tanpa memandang status artifisialnya.

"Penjara bukanlah alasan untuk mengubur Kereatifitas dan karya-karya seseorang, dengan sumber daya manusia yang berkualitas tantangan kedepan akan dapat dihadapi dengan baik, selain itu diharapkan kepada seluruh Warga Binaan agar dapat berperan aktif dalam pembinaan mental keagamaan selama di Rutan agar kelak mereka bebas menjadi individu manusia yang berilmu dan  juga beriman," pungkas Herdianto.

Icha, warga binaan perempuan yang tersangkut masalah hukum narkoba pidana 4 tahun, mengungkapkan sangat senang dengan adanya kegiatan ini.

Dia mengaku bisa berkreasi, memberikan karya-karyanya untuk orang lain walaupun di dalam penjara.

Dia mengungkapkan, kalau setelah bebas dari rutan akan mengembangkan usaha di bidang pembuatan tas dari tali kur yang didapatnya dari belajar pada saat menjalani hukuman di rutan.

 "Saya berharap kepada seluruh petugas Rutan senantiasa saling bersinergi dan saling memotivasi, kreatif dan dapat berinovasi dalam bekerja sehingga pembinaan di Rutan Baturaja semakin baik kedepannya," tandasnya. (http://www.rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.