Banner

Banner
Pemkab OKU

Survei: Belum Ada Kandidat Bisa Saingi Prabowo-Jokowi

BaturajaRadio.com - Direktur Political Marketing Consulting (Polmark) Indonesia, Eep Saefullah Fatah, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto masih merupakan dua tokoh dengan elektabilitas tertinggi sebagai kandidat calon presiden (capres) Pemilu 2019. Polmark belum mencatat temuan kandidat lain dengan elektabilitas yang cukup menonjol jika dibandingkankedua nama tersebut.
Dalam rilis survei Polmark pada Senin (18/12) menyebut elektabilitas Jokowi mencapai 50 persen, sedangkan elektabilitas Prabowo sebesar 22 persen. Capaian ini berdasarkan kategori pilihan capres jika Pemilu digelar saat ini.
"Dengan alat bantu daftar nama dan gambar kandidat capres 2019, elektabilitas Jokowi dan Prabowo yang tertinggi. Selain keduanya, ada nama-nama lain tetapi elektabilitasnya tidak cukup signifikan, misalnya Agus Harimurti Yudhoyono (4,8 persen), Anies Baswedan (4,5 persen) dan gatot Nurmantyo (2 persen)," ujar Eep saat paparan diskusi di SCBD, Jakarta Selatan, Senin (18/12).
Capaian ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa belum ada capres alternatif lain selain Prabowo. Elektabilitas sangat menyebar ke berbagai nama tokoh yang berpotensi maju dalam bursa kandidat capres mendatang.
Sementara itu, dalam kategori pilihan capres jika Pemilu dilaksanakan hari ini (tanpa alat bantu identitas nama-nama kandidat capres potensial), secara spontan mayoritas responden tetap memilih Jokowi dan Prabowo.
"Jokowi secara spontan disebut oleh 41 persen responden, sementara Prabowo disebut oleh 15.9 persen responden," jelas Eep.
Dia pun mengungkapkan jika nama-nama lain dalam kategori ini memiliki elektabilitas yang masih rendah. Eep menyebut nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (1,2 persen), Hary Tanoesoedibjo (1 persen), Anies Baswedan (0,9 persen) dan Gatot Nurmantyo (0,7 persen). Meski demikian, lebih lanjut Eep menjelaskan tingkat kemantapan pemilih Jokowi masih sebesar 30,5 persen. Jumlah pemilih yang mantab ke Prabowo sekitar 9,9 persen.
Karena itu, dia menilai jika situasi ini belum menunjukkan Jokowi maupun Prabowo berada dalam zona yang aman sebagai kandidat capres terkuat. Selain keduanya, masih ada sejumlah kandidat alternatif lain yang mungkin akan meramaikan bursa capres 2019 nanti. (republika)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.