Header Ads

Petani di OKU Mengeluh, Satu Kilogram Karet tak Mampu Membeli Satu Kilogram Beras, Beda Harganya

Baturajaradio.com - Sejak dua bulan terakhir memasuki musim paceklik, harga beras di pasaran di tingat pedagang pengecer berkisar Rp 10 ribu/kg. Sedangkan harga ditingkat dipabrik Rp 8.500/kg.
Tingginya harga beras menyusul telah memasuki musim paceklik, informasi di lapangan masa paceklik ini sudah masuk 3 minggu terakhir, karena beras hasil panen bulan agustus sudah habis.
Sementara sawah belum bisa digarap karena masih kering, tanaman tumpang sari juga tidak bisa diandalkan karena sawah dikering.
“Kami sekarang lagi peceklik, “terang seorang petani sawah di Kecamatan Semidangaji Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Petani baru akan menggarap sawahnya kembali untuk musim tanam rendeng diperkirakan akhir bulan November 2017 .
Pantauan di lapangan Selasa (24/10/2017) ,selain petani padi, petani karet juga sedang mengalami masa sulit karena getah karet sedang susut, saat ini karet belum memproduksi getah maksimal karena sedang tumbuh daun pasca musim kemarau.
Produksi getah karet susut sampai 70 persen dari kondisi normal. Ditambah lagi harga getah karet yang belum berpihak kepada petani, saat ini harga karet yang ditimbang dua mingguan terakhir masih berkisar Rp 8.000/kg-Rp 8400/kg.
Dengan harga ini petani karet juga memasuki masa paceklik karena harga 1 kg karet tidak cukup untuk membeli 1 kg beras.
Terpisah sejumlah pedagang beras di Pasar Baru Kecamatan Baturaja Timur mengaku sejak 3 minggu terkahir harga beras mengalami kanaIkan.
Untuk beras medium dijual dengan harga Rp 10.000/kg, kemudian beras jenis pandan wangi dijual sehara Rp 13.000/kg, beras pandan wangi ini merupakan beras padi talang yang pulen dan aromanya wangi.
Peminat beras pandan wangi ini cukup banyak , biasanya pembelinya untuk dikonsumsi sendiri atau untuk oleh-oleh kepada kerabat.(tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.