Header Ads

Harga Karet Makin Anjlok, Para Petani Akhirnya Alih Profesi Jadi Ini

Baturaja Radio - Berkebun karet nampaknya sudah bukan jadi andalan untuk mendongkrak perekonomian petani.
Pasalnya harga semakin tajam merosot ke bawah.

Bahkan hingga saat ini harga karet di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hanya Rp 5000 perkilogram
Harga tersebut, kata Man seorang petani di kawasan lengkiti saat dibincangi kemarin, menceritakan harga karet Rp 5000 per kilogram tersebut untuk karet mingguan.

"Benar-benar jatuh harga karet ini. Mengenai harga kita tidak bisa berbuat banyak. Kita ikuti saja harga pasar," katanya.

Ia menceritakan, dibeberapa daerah memang sudah ada yang membabat habis lahan.
Petani karet sudah ada yang banting "setir".

Dulunya berkebun karwt sekarang ini lebih memilih jagung untuk di kembangkan.
"Harga jagung ini relatif stabil. Mungkin inilah yang menyebabkan adanya petani yang dulunya berkebun karet sekarang berkebun jagung," ucapnya.

Dilain pihak satu petani yang menanam jagung adalah Gun.

Ia mengaku baru kali ini menanam jagung dengan sistem pertanian tumpang sari.
"Pohon karet sudah tidak produktif lagi karena sudah tua, lalu kita tebang. Karena saat ini kemarau, maka saya coba tanam jagung," katanya.

Ia mengaku bibit jagung ia dapat dari penyuluh pertanian.

Namun jumlah bibit tersebut masih kurang."Saya minta bibit dengan adik saya untuk menambah kekurangannya," imbuh dia.
Enaknya menanam jagung, kata dia, dalam tiga bulan sudah bisa dipanen.

Bahkan hasil panen yang diperoleh Gunawan mencapai lebih dari 6 ton.
"Biasanya lahan 1 hektar yang ditanam jagung akan menghasilkan 8-9 ton jagung," ujarnya.

Kemudian, jelas dia, perawatannya pun cukup mudah.

Hanya disemprot rumput sekali pada umur 1,5 bulan dan diberi pupuk.

Karena hasil jagung yang cukup menggiurkan, dimana di pasaran harganya berkisar Rp 3000 sampai Rp4.000 per Kg.(rws).  (tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.