Header Ads

Begini Reaksi Para Pesaing Saat Ahok Mendadak Kalem

Baturaja Radio - Calon gubernur petahana Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tampil dengan 'sampul' baru. Ahok mencoba berubah lebih santun saat bertutur kata. Para pesaingnya mengapresiasi perubahan gaya komunikasi Ahok.

Ahok versi baru mencoba lebih lembut dan kalem. Tidak ada lagi kalimat meledak-ledak dilontarkan cagub DKI Jakarta nomor urut dua itu. Dia menanggapi segala kritik dengan lapang dada. Ahok juga sudah mendapat banyak nasihat, mulai dari Wapres Jusuf Kalla hingga Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia lalu mengaku kini lebih hati-hati bicara.

Upaya Ahok untuk berubah ini diapresiasi para pesaingnya. Mereka berharap perubahan Ahok tidak cuma sementara dan membawa kebaikan bagi warga Jakarta.


Berikut 3 kisahnya:

Pesaingnya yang juga mantan anak buah Ahok, Sylviana Murni, mengapresiasi perubahan sifat calon gubernur petahana itu.

"Bagus dong, artinya mendengar suara rakyat," kata Sylvi kepada awak media di Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Sylvi juga berkata bahwa manusia sifatnya bisa berubah kapan pun. Dia menegaskan, perubahan itu baik asal tidak sementara dan dilakukan dari dalam hati.

"Ini baik. Setiap manusia dinamis, bisa berubah asal jangan sementara. Yang penting dari hati," kata Sylvi sambil tersenyum.


Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno menanggapi perubahan sikap kandidat yang juga petahana Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang berubah menjadi kalem. Menurutnya, hal itu dapat menurunkan tensi di masyarakat.

"Alhamdulillah bagus karena itu akan menurunkan tensi ya, dan pasti warga masyarakat yang sekarang sudah mulai kondusif ini pasti mengapresiasi," kata Sandiaga usai menyapa warga di Jalan Kebangsaan, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

Namun dirinya mengaku prihatin atas perubahan sikap Ahok tersebut. Akibat perubahan sikap itu, Sandiaga melihat Ahok harus berusaha keluar dari dirinya sendiri.

"Tapi saya kasihan sekali, karena itu Pak Ahok pasti tersiksa banget, karena itu bukan diri sendiri, kalau saya memang aslinya seperti ini, Pak Anies aslinya seperti itu, Pak Agus juga aslinya seperti itu, Pak Djarot juga aslinya seperti itu," katanya.

Namun perubahan sikap Ahok itu dinilai Sandiaga perlu diapresiasi untuk keutuhan bersama masyarakat. "Ini yang patut kita apresiasi walaupun dia tersiksa sekali, mungkin dia berat sekali. Tapi ya demi kebersatuan dan kesatuan ya harus," tambah dia.

Selain pesaing, pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro juga angkat bocara. Bagi dia, perubahan Ahok tersebut hanya untuk kepentingan kampanye semata.

"Ya iya lah (hanya untuk kampanye). Kan sedang jualan politik sekarang," kata Siti saat ditemui di Kantor Kementerian PANRB, Jalan Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016).

Siti mengatakan bahwa Ahok akan kembali ke karakter lamanya, yang dianggap suka marah-marah, bicara kasar dan ceplas-ceplos. Apalagi, lanjut Siti, karakter asli seseorang sulit untuk disembunyikan.

"Kalau karakter itu ya tetap karakter. Karakter, apalagi di atas umur 30 tahun itu sudah melekat. Jadi enggak ada karakter itu yang dibikin-bikin sampai Februari, itu enggak ada. Karakter ya karakter," kata Siti.

Siti menginginkan agar Ahok tampil apa adanya sebagaimana Ahok sebelum kasus dugaan penistaan agama mencuat. Dirinya menganggap apa yang dilakukan Ahok saat ini, dengan berubah menjadi kalem dan santun, bisa menjadi blunder bila terpilih kembali menjadi Gubernur DKI.

"Jadi menurut saya, lakukanlah kampanye yang tidak menyesatkan. Jangan melakukan kampanye yang membodohi dan menyesatkan masyarakat. Be yourself," ujar Siti.

"Karakter itu sudah tercatat, mau dihapus seperti apa tidak ada penghapus yang bisa menghapus itu. Jangan buat pencitraan yang bisa mendatangkan blunder nantinya," pungkasnya. (detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.