Header Ads

KBRI Amman: Rombongan DPR RI Tak Diizinkan Israel Masuk ke Palestina

Baturaja Radio - Rombongan Anggota DPR mengunjungi Parlemen Palestina dan Konsul Kehormatan RI di Ramallah Palestina. Pertemuan berlangsung di Amman Yordania karena situasi di Palestina tak kondusif, juga Israel tak mengizinkan rombongan masuk ke Palestina.

Sebagaimana keterangan tertulis dari Kedutaan Bersar Republik Indonesia (KBRI) Amman Yordania yang diterima detikcom, Jumat (22/7/2016), kunjungan Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) ke Parlemen Palestina, Kementerian Luar Negeri Palestina, dan Konsl Kerhormatan RI Ramallah berlangsung pada 17 hingga 23 Juli 2016.

Delegasi DPR RI dipimpin oleh Al Muzzammil Yusuf (PKS) didampingi oleh tujuh anggota dari Fraksi PPP, PDIP, Partai Golkar, PAN, PKB, dan Partai Gerindra. Mereka diterima oleh Parlemen Palestina yang dipimpin oleh Khaled Mesmar didampingi tujuh anggota Palestine Legislative Council (PLC) yang datang langsung dari Ramallah, dan juga 11 (sebelas) orang anggota Palestine National Council (PNC) yang berkedudukan di Amman, Yordania, serta seorang pejabat dari Kementerian Luar Negeri Palestina.


 Kunjungan ini sedianya diagendakan di Ramallah, Palestina. Namun akibat penjajahan Israel atas Palestina menyulitkan semua pihak untuk secara leluasa berdialog dan bertukar pandangan secara langsung. Melalui koordinasi dengan KBRI Amman, akhirnya pertemuan antar anggota parlemen digelar di Amman.

AL Muzzamil menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara Parlemen Indonesia dengan Parlemen Palestina. Indonesia ingin berkontribusi dalam penguatan eksistensi negara Palestina terbebas dari pejajahan Israel.

Dijelaskan, setiap waktu Israel selalu memperluas wilayah pendudukan dengan cara mencaplok tanah-tanah rakyat Palestina, membangun tembok pemisah, membuat blokade jalur perjalanan masyarakat, melakukan eksekusi di tempat dengan penembakan dan pembunuhan, dan akhir-akhir ini tentara israel dan masyarakat Yahudi semakin banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap tempat suci Mesjid Al Aqsa.

Faisal Abu Shahla, anggota Parlemen PLC dari wilayah Gaza menyampaikan situasi buruk lebih banyak terjadi di wilayah Gaza, hampir 90 persen masyarakatnya tergolong miskin akibat blokade israel terhadap pemberian bantuan negara asing, baik bantuan makanan maupun bahan material bangunan. Apabila kondisi ini terus berlanjut dan tidak adanya perhatian dunia internasional terhadap kesewenangan penjajah israel, maka ancaman kelaparan akan segera terjadi. Kondisi kemiskinan inilah merupakan salah satu pemicu tindakan kriminal dan perlawanan terhadap tentara israel yang dilakukan oleh perseorangan.


 ihad Abu Zanid, sebagai satu-satunya perempuan anggota Parlemen PLC yang berasal dari wilayah Yerusalem menyampaikan adanya perusakan lingkungan tempat suci Mesjid Al Aqsa dengan cara menggali dan melubangi pinggir bangunan mesjid. Hal ini dikhawatirkan akan merobohkan bangunan mesjid.

Dia menyatakan, setiap hari para imam Yahudi dan kelompok garis keras yang didukung oleh tentara Israel selalu mengancam akan menghancurkan rumah-rumah rakyat Palestina di sekitar Mesjid Al Aqsa untuk kepentingan proyek pembangunan Taman Taurat. Tindakan ini merupakan usaha untuk men-Yahudikan Yerusalem dan bahkan akan men-Yahudikan Palestina dan dunia. Parlemen Indonesia dimintanya untuk menghentikan usaha yahudinisasi situs suci Al Aqsa Al Haram Al Sharif.

Disamping itu, Jihad Abu Zanid juga menyoroti belum adanya tindak lanjut dari penandatanganan kesepakatan Sister City antara Yerusalem dengan Jakarta yang dilakukan pada tahun 2007. Pemerintah DKI Jakarta diharapkan mengadakan tindak lanjut yang lebih konkrit dalam implementasi kesepakatan tersebut.


Ibrahim Krisha sebagai salah seorang anggota Parlemen PLC yang pernah mendekam dalam penjara Israel menyampaikan saat ini terdapat lebih dari 5.000 orang Palestina yang masih mendekam dalam penjara Israel yang umumnya terdiri dari kaum muda, perempuan, dan anak anak, termasuk 13 orang anggota Parlemen PLC yang diantaranya Sekjen PLC.

Ibrahim juga menjelaskan bahwa salah seorang dari tahanan yang terpenjara tersebut adalah Marwan Barghouti, seorang anggota parlemen PLC dan juga pemimpin Fatah terkemuka. Marwan sedang diusahakan mendapatkan nobel perdamaian.

Ketua Delegasi DPR RI Al Muzzammil menyampaikan bahwa perjuangan melawan penjajahan itu adalah perjuangan yang membutuhkan keberanian dan kesabaran yang panjang. Hal ini dicontohkan pada perjuangan Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan setelah 350 tahun dijajah oleh Belanda. 


DPR RI menyambut baik adanya ajakan dan usulan untuk mendukung pejuang Palestina Marwan Barghouti sebagai salah satu nominasi tokoh untuk mendapatkan hadiah nobel perdamaian, dan berjanji akan membawa isu ini dalam pembahasan di Parlemen Indonesia.

Duta Besar RI Teguh Wardoyo menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota Parlemen PLC dan PNC. Teguh menegaskan posisi Indonesia selalu tetap mendukung perjuangan Palestina dalam memperoleh kemerdekaannya baik secara bilateral maupun di fora internasional.

Sebenarnya, rombongan DPR RI juga ingin bertemu Konsul Kehormatan (Konhor) RI Ramallah Madam Maha Abu Shusheh secara langsung di Ramallah Palestina. Namun agenda ini gagal terlaksana di tanah Palestina.

Soalnya, otoritas Israel tidak memberikan entry permit kepada delegasi DPR maupun Dubes RI Amman yang akan ikut mendampingi rombongan. Meskipun Konhor RI sudah melakukan koordinasi dan pendekatan kepada berbagai pihak terkait guna mengusahakan Parlemen Indonesia dapat masuk ke Palestina, namun usaha tersebut kandas. Akhirnya, pertemuan dengan Abu Shusheh digelar di Amman Yordania juga. (Detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.