Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

13 Tahun Jadi Buronan, Ini Kisah Pelarian Samadikun Hartono

Baturaja Radio - Samadikun Hartono, buronan kasus BLBI disebut menyerahkan diri ke BIN di China. Dia telah kabur sejak tahun 2003 saat hendak dieksekusi.

Dilansir dari laman kejagung.go.id, Sabtu (16/4/2016), Samadikum lahir di Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 4 Februari 1948. Alamatnya terakhirnya di Indonesia ada di Jalan Jambu No 88, RT 5/02, Jakarta Pusat. Ia berlatar belakang pendidikan SMA. Pada 17 Oktober 2006 lalu, Kejagung merilis Samadikun dalam daftar buronannya.

Ciri-ciri mantan Komisaris Utama PT Bank Modern, Tbk itu adalah berkulit putih, berbentuk muka bulat, berambut hitam lurus, bermata sipit, dan bertubuh tegap.

Samadikun terjerat kasus ketika PT Bank Modern sebagai bank umum swasta nasional mengalami saldo debet karena terjadinya rush. Dalam kondisi itu, untuk menutup saldo debet PT Bank Modern telah menerima bantuan likuidasi dari Bank Indonesia dalam bentuk SBPUK, Fasdis dan Dana Talangan Valas sebesar Rp 2,5 triliun.

Selanjutnya dari jumlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dalam bentuk SBPUK, Fasdis dan dana talangan valas sebesar Rp 2,5 T itu, Samadikun dalam kapasitasnya selaku Presiden Komisaris PT Bank Modern melakukan korupsi. Ia menggunakan bantuan likuiditas dari Bank Indonesia tersebut menyimpang dari tujuan awal yang secara keseluruhan berjumlah Rp 80 miliar.

Samadikun menghilang saat hendak dieksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1696 K/Pid/2002 tanggal 28 Mei 2003. Dia adalah terpidana 4 tahun penjara dalam kasus penyalahgunaan dana BLBI senilai Rp. 169 miliar.

Informasi terakhir yang tertera dalam laman tersebut disebutkan bahwa Samadikun tinggal Apartemen Beverly Hills Singapura. Selain itu disebutkan pula, dia mempunyai pabrik film di China dan Vietnam.(detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.