Header Ads

Deny Pegawai Dinkes OKU Timur Jadi Perbincangan Pergawai

Baturaja Radio - Ikut tertangkapnya salah satu pegawai negeri di lingkungan pemerintah Kabupaten OKU Timur yakni Deny Apriansyah AMd Kep yang bertugas di bagian Pelayanan Kesehatan Masyarakat bersamaan dengan bupati Kabupaten Ogan Ilir oleh BNN pusat yang diduga sedang mengkonsumsi Narkoba Jenis Sabu-sabu menjadi perbincangan hangat sejumlah pegawai di lingkungan pemkab OKU Timur.
Kepala bidang pelayanan kesehatan masyarakat Tukiman SKM MM ketika dikonfirmasi Senin (14/3/2016) mengaku tidak pernah menyangka jika Deny ikut serta dalam penggerebekan tersebut.
Selama ini kata dia, Deny merupakan pegawai yang rajin dan pendiam serta tidak pernah ada tanda-tanda merupakan pengguna narkoba.
Selama ini lanjut Tukiman, Deny merupakan pegawai yang baik dan selalu berpamitan baik ketika tidak masuk bahkan ketika akan pulang sore hari.
Selama bertugas di dinas kesehatan kata dia, yang bersangkutan tidak pernah memiliki masalah atau terganjal masalah baik hukum maupun masalah lainnya.
“Saya juga terkejut ketika banyak beredar omongan salah satu staff dinas kesehatan ditangkap bersamaan dengan Bupati OI. Memang kediaman mereka berdekatan namun tidak menyangka jika dia ada di lokasi saat penggerebekan tersebut,” katanya.
Ketika ditanya mengenai langkah dinas pendidikan terhadap Deny, Tukiman mengaku tidak bisa mengambil keputusan dan semuanya diserahkan kepada langkah hukum dan pimpinan tertinggi pemerintah OKU Timur.
“Sebelumnya pak Kadin sudah berpesan kepada seluruh pegawai untuk tidak mengkonsumsi narkoba, judi serta tindakan-tindakan kriminal lainnya. Saya kira semuanya sudah mengerti dan memang tidak ada pegawai yang terindikasi kesana. Kami sangat terkejut dengan informasi ini,” katanya.
Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid MD sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir pejabat dan pegawai yang terlibat narkoba apalagi hingga tertangkap mengkonsumsi narkoba.
Pemerintah kata dia, bahkan akan memberikan wewenang penuh kepada pihak kepolisian untuk melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap pegawai di lingkungan pemerintah OKU Timur yang diduga mengkonsumsi narkoba dan terlibat kejahatan lainnya seperti Judi.
“Pegawai harus menjadi contoh bagi masyarakat. Untuk itu jangan pernah terlibat narkoba dan judi. Saya tidak akan mentolerir jika ada pegawai yang terlibat hal itu. Pihak kepolisian akan diarahkan untuk menangkap pegawai yang terindikasi narkoba baik pemakai maupun pengedar,” kata Kholid.
Sedangkan wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni juga menegaskan bahwa saat ini OKU Timur memerangi narkoba dan tindak kejahatan lainnya untuk memberikan kenyamanan terhadap masyarakat.
Bahkan Fery berani menjadi contoh pertama tes urine sebagai bukti bahwa pemerintah OKU Timur komitmen dalam pemberantasan narkoba.(tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.