Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Ini Alasan Perusahan RI Ikut Pameran Dagang di Vietnam

Baturaja Radio - Ratusan perusahaan asal Indonesia menjadi peserta dalam Pameran Dagang Indonesia (ITF/ Indonesia Trade Fair) 2015 di Hanoi, Vietnam. Alasan mereka bermacam-macam,, sampai rela merogoh kocek pribadi untuk mengikuti pameran yang baru pertama kali digelar ini.

PT Pertamina Lubricants misalnya, anak usaha PT Pertamina Persero tersebut membuka stand di ITF 2015 lebih kepada untuk menunjukkan eksistensi mereka. Secara khusus eksistensi di hadapan pengusaha maupun warga Vietnam yang berkunjung ke pameran, dan eksistensi di pasar Vietnam secara umum.

"Pameran ini merupakan bagian dari salah satu aktivitas marketing namanyaawareness. Kita pengen menunjukkan ke market Hanoi, ada Pertamina Lubricants lho dan produknya berupa pelumas," kata Overseas Manager Marketing Pertamina Lubricants Didik Setyo Nugroho di sela pameran di International Center of Exhibition (ICE) Hanoi, Vietnam, Sabtu (12/12/2015).

Junior Manager Base Oil Pertamina Lubricants Abdul Hamid menambahkan, selain menunjukkan eksistensi, kunjungan ke Hanoi juga sekaligus untuk melakukan assessment terhadap distributor-distributor mereka yang telah terjalin kerjasama sebelumnya.

"Kita sedang assessment distributor. Kita rencanakan mulai berjualan Januari 2016. Insya Allah sebulan lagi," ujar Abdul.

Jika Pertamina Lubricants telah memiliki jaringan distributor di Vietnam dan tinggal melakukan assessment dan kemudian penjualan, PT Karya Adishin Sukses (KAS) justru ingin mencari distributor melalui pameran ini. PT KAS merupakan perusahaan yang memproduksi sosis siap makan dengan merek Magnuzz.

Research and Development PT KAS Nico Marco mengatakan, telah ada sekitar 10 pihak yang tertarik untuk menjadi distributor produk mereka. Hanya saja masih harus ada pertemuan lebih lanjut untuk berbicara ke tahap berikutnya.

"Kita fokus untuk pasar ASEAN, karena memang penetrasi rasanya juga tidak terlalu jauh. Kalau Eropa kan mungkin berbeda. Kita juga pernah ikut pameran di Brunei dan Myanmar. Tapi (potensi transaksi) di sini lebih banyak," tutur Nico.

"Dua hari ini sudah ada beberapa, kurang lebih 10 orang, berasal dari Ho Chi Minh rata-rata, mereka memang sudah punya outletnya," lanjutnya.

Pameran digelar sejak Kamis (10/12/2015) lalu dan akan berlangsung hingga pukul 19.00 waktu setempat Sabtu (12/12/2015) hari ini. Dalam laporan yang diterima dari KBRI Hanoi selaku penyelenggara, hingga hari kedua pelaksanaannya, transaksi yang terjadi sekitar US$ 400 ribu atau setara Rp 5,6 miliar. (detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.