Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Desain Maskot Asian Games 2018 Dinilai Terlalu Jadul

Baturaja Radio - Akhir pekan kemarin logo dan maskot Asian Games XVIII/2018 secara resmi diluncurkan. Hanya saja, desain sang maskot, Drawa, dinilai terlalu jadul dan terlihat tak "hidup".

Drawa semestinya sudah cukup mewakili kekhasan Indonesia. Dia merupakan perwujudan dari burung cendrawasih, yang adalah khas Papua, serta mengenakan pakaian seni bela diri khas nusantara, pencak silat.

Namun, maskot tersebut secara eistetika dinilai tidak didesain dengan elok. Apalagi sejauh ini pihak panitia baru menampilkannya dalam dua dimensi (2D), sehingga tampak ketinggalan zaman.

"Maskot dan logo itu amat penting dalam sebuah event, setara duta acara itu. Ini ajang besar lho. Asian Games, bukan SEA Games. Maskot dan logo itu sudah sangat usang, bahkan jika harus dibandingkan dengan logo Olimpiade 1980 di Moskow," kata Nerpati Awangga, seniman piksel Ruangrupa, kepada detikSport, Selasa (29/12/2015).

"Sudah semestinya pihak yang berkepentingan bisa meraba apa yang akan menjadi perbincangan di tahun 2018 nanti dikaitkan dengan imej Indonesia banget yang dikemas dalam artistik yang sip.

"Kalau tidak sanggup, 'kan masih banyak cara. Misal, gandeng agensi atau seniman yang kapabel di bidangnya. Sayembara memang murah, tapi ingat, ini Asian Games, tidak datang empat tahun sekali untuk jadi tuan rumah. Kalau tidak percaya dengan desainer lokal, tinggal googling saja siapa yang membuat logo Piala Dunia atau Olimpiade sebelumnya. Bisa dimintai konsultasi.

"Bukan hanya logo dan maskot, tapi nanti soal perlengkapan kontingen, jangan sampai bikin malu desainer Indonesia dong," ucap seniman yang akrab disapa Om Leo itu. (Detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.