Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Ratusan Miliar Duit Negara di Tiga Kabupaten Ini Nganggur

Baturaja Radio - Hingga caturwulan pertama tahun ini, banyak satuan kerja (Satker) belum sama sekali melakukan realisasi pembelanjaan dana APBN. Atau nol persen realisasi. Seperti di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ada RSUD Ibnu Baturaja, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, Dinas Pertanian, Disnakertrans, Kantor Pertanahan. Kemudian, di OKU Selatan ada Dinas Perikanan dan Peternakan, Disdukcapil, Dinas Kesosnakertrans, Dinas Kesehatan, Kantor Pertanahan OKUS.
Sedangkan di OKU Timur diantaranya Kantor Pertanahan, Disnakertrans, Disdukcapil dan Dinas Perikanan dan Peternakan. Akibat banyaknya Satker belum melakukan realisasi, ratusan miliar rupiah dana APBN yang telah disiapkan negara baik untuk belanja barang dan belanja modal nganggur. "Kami sangat kecewa dengan kondisi ini," kata Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Baturaja, Abdullah.
Menurutnya dari keterangan satuan kerja, minimnya realisasi disebabkan beberapa faktor. Seperti, tidak ada tenaga ahli dan harus mendatangkan dari Palembang. Ada juga beralasan harus meminta petunjuk ke kantor wilayah (Kanwil) atau pusat."Ada juga yang takut diperiksa KPK. Padahal, aturan sudah dirubah. Jadi, kami rasa tidak ada masalah. Termasuk tidak perlu melakukan koordinasi dengan Kanwil. Kami ingin, realisasi ini ditingkatkan. Sebab, jika tidak akan berpengaruh pada pembangunan," imbuhnya.
Realisasi dana APBN untuk belanja modal di OKU Raya pada semester pertama tahun ini, hanya terealisasi 4,57 persen. Dari pagu sebesar Rp58.620.256.000 terealisasi Rp2.026.136.830. Kemudian, belanja barang hanya mampu terealisasi 18,91 persen.Dari pagu yang disiapkan sebesar. Rp120.844.038.000 terealisasi Rp22.853.529.462. Total pagu seluruhnya Rp179.464.294.000. Ralisasi Rp24.879.666.262 atau sekitar 13,86 persen.
Pj. Bupati OKU, H Maulan Aklil SIP MSi mengatakan pihaknya sudah konfirmasi kepada beberapa satuan kerja soal minimnya realisasi dana APBN. "Setelah saya berikan masukan dan informasi, mereka (pegawai Red) siap menjadi PPATK," pungkasnya.(Rmol)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.