Pasang Iklan Berbayar Disini

Pasang Iklan Berbayar Disini

Nyelimut


Baturaja Radio - Endeeeng Endeng, alangkan masam hase kandes, kandes dibeli ndai tanjung karang, Aii endeeng endeng alangkan agam hule gades, hule gades ndai tanjong karang"

"Aii endeeeng endeeng, ini seiriing pule lagi, alangkan lemak gulai lumai, gulai dicampor tahok katu, aiii endeeng endeng, amen idup kamu nak damai, hada tinggalkan shalat lime waktu".

Itulah salah satu bait syair pantun atau disebut rendai dalam bahasa ogan, pantun atau rendai ini biasa digunakan dalam acara adat "Nyelimut".

"Nyelimut" biasanya dilakukan pada saat acara pernikahan, Nyelimut merupakan acara adat dimana orang tertentu yang masih mempunyai aliran keluarga dari orang tua kedua mempelai menyelimutkan sebuah kain panjang kepada kedua mempelai yang tengah berbahagia.

Para penyelimut ini memberikan sebuah pantun nasihat yang kelak dapat diamalkan dalam kehidupan berumah tangga. Dilokasi persedekahan telah berkumpul para anggota keluarga yang akan melakukan prosesi "Nyelimut", para penyelimut ini biasanya adalah paman,bibi dan uwak dari kedua mempelai. 

Adat ini bermakna bahwa para sanak family merasa turut berbahagia dan ikut memberikan do'a untuk kedua mempelai. Yang unik dalam acara nyelimut yaitu bagi para penyelimut yang tidak memiliki pantun, maka harus membayar uang sukarela yang dimasukan kedalam toples kaca, sebagai tanda cinta kepada kedua mempelai. Namun saat ini prosesi nyelimut sudah sangat jarang dilakukan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.