Di Tengah Wabah Corona Ekspor-impor Sumsel Meningkat



Baturajaradio.com -General Manager IPC Palembang Indra Hidayat Sani mengatakan, di tengah merebaknya Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), kegiatan ekspor-impor barang mengalami peningkatan.

Peningkatan terjadi pada arus barang berdasarkan kemasan dan arus bongkar muat barang (ton). Pada triwulan pertama tahun 2020 jumlah arus barang untuk General Cargo (177.368) Ton, Bag Cargo (95.642) Ton, Curah Cair (253.743) Ton dan Curah Kering (67.088) Ton.

Padahal tahun sebelumnya, untuk General Cargo (47.464) Ton, Bag Cargo (94.101) Ton, Cirah Cair (216.856) Ton dan Curah Kering (37.186).

Sedangkan, untuk arus bongkar muat, untuk bongkar (350.235) Ton dari sebelumnya (243.596) Ton. Sedangkan untuk muat (312.434) Ton dari sebelumnya (225.187) Ton.

“Untuk pengaruhnya, tidak terlalu signifikan. Bahkan, dengan negara yang terdampak covid-19 kita masih melakukan ekspor dan impor,” terang Indra, Rabu (15/4/2020).

Indra menambahkan, di sejumlah negara ada penurunan namun untuk Indonesia tidak mengalami hal yang signifikan. Bahkan, sampai saat ini IPC Palembang belum melakukan penurunan target.


“Memang di sejumlah wilayah ada yang minta targetnya diturunkan namun kita tidak,” tandasnya.

Terkait pencegahan penyebaran Covid-19, IPC tetap mengedepankan langka-langka preventif dalam upayah memutus penyebaran virus Covid-19 dilingkungan IPC Palembang. Begitu juga dengan kegiatan ekspor dan impor agar pasokan barang ke Sumsel tidak terganggu.

“Semua instruksi sudah kita jalankan untuk memutus wabah pandemi covid-19. Namun juga kita tetap bekerja dengan maksimal agar kegiatan dalam bongkar muat di pelabuhan tidak terganggu,” sampainya.

Adapun yang dilakukan, pertama melakukan sosialisasi Virus Corona dan penanganannya kepada Tenaga kerja IPC GroupPalembang , Instansi, Asosiasi dan Stakeholder, kedua melakukan pembagian Masker kepada seluruh Pegawai dan Sarung Tangan kepada pekerja yang berpotensi / bersentuhan langsung dengan Virus Corona (Security dan Pandu).

Selanjutnya, melakukan pemantauan suhu tubuh bagi pekerja ,tamu dan penumpang, keempat penyediaan Hand Sanitizer di setiap ruang kantor Cabang Palembang, Stasiun Pandu di Tanjung Buyut dan Terminal Penumpang.

Kelima melakukan komunikasi dan koordinasi group Whatsapp terkait Pencegahan dan penanganan terhadap penyebaran Virus Corona dengan instansi Instansi terkait (contoh : KKP, KSOP, Asosiasi, dll) sebagai media untuk
membahas update/ perkembangan terkiniterkait Virus Corona, keenam pembuatan spanduk bahaya virus Corona.

Ketujuh melakukan laporan kedatangan kapal Pelabuhan Palembang secara continue yang berisi stasus karantina, kejadian kesakitan / kematian dan dokumen kapal, kedelapan melaksanakan SOP pengawasan lalu lintas kapal dalam upaya Kekarantinaan yang diterbitkan oleh KKP.

Kesembilan menyediakan ruang transit bagi penumpang / kru kapal yang diduga / terindikasi terjangkit Virus Corona, sebelum dievakuasi atau dirujuk ke rumah sakit.

Kesepuluh pembuatan prosedur Plpemeriksaan suhu tubuh dalam Gedung CabangPelabuhan Palembang, PPSA dan Terminal Penumpang. Sebelas melakukan Penyemprotan disinfektan di terminal penumpang dan gedung Kantor.

Terakhir melakukan penyiapan kajian risiko pencegahan penyebaran COVID-19 yang berdampak pada Bisnis Pelabuhan.[ida] 




(http://rmolsumsel.id/2020/04/15/di-tengah-wabah-corona-ekspor-impor-sumsel-meningkat/)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.