Tahun 2019, Ekonomi OKU Tumbuh 5,64 Persen

Baturajaradio.com - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten OKU cenderung mengalami peningkatan yang signifikan selama tiga tahun terakhir ini. Pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Kabupaten OKU sebesar 5,64 persen dengan PDRB Atas Dasar Harga Konstan sebesar 9.876 (Triliun Rupiah). Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Kabupaten OKU sebesar 5,00 persen dengan PDRB Atas Dasar Harga Konstan sebesar 9.349 (Triliun Rupiah). Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 4,06 persen dengan PDRB Atas Dasar Harga Konstan sebesar 8.904 (Triliun Rupiah).

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten OKU, Ir. Budiriyanto, M.A.P usai menyampaikan publikasi Berita Resmi Statistik (BRS) Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2019 kepada Sekretaris Daerah OKU Dr Drs Ir H AchmadTarmizi, ST MT MSi MH, Rabu (11/3) di ruang kerja Sekretaris Daerah OKU.

Menurut Budiriyanto, Laju pertumbuhan ekonomi menurut sektor pada tahun 2019 didominasi oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 14,47 persen. Kemudian diikuti lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minuman sebesar 13,95 persen, lapangan usaha industri pengolahan sebesar 10,80 persen, perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 9,77 persen dan jasa perusahaan sebesar 9,15 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi menurut sektor terendah pada lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar -0,05 persen.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 ini masih dibawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan yang mencapai angka 5,71 persen. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten OKU pada tahun 2019 ini menempati urutan ke 7 bila dibandingkan dengan 17 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan.

Struktur perekonomian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam kurun waktu 2017-2019 masih didominasi oleh sektor Industri Pengolahan. Hal ini terlihat dari besarnya kontribusi lapangan usaha ini dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten OKU. Jika dilihat struktur perekonomian tahun 2019 ini terlihat adanya pergeseran peran sektor dominan yakni dari kelompok sektor primer bergeser ke kelompok sektor sekunder dan tersier. Hal ini menunjukkan adanya indikasi telah terjadinya transformasi struktural ke arah yang semakin modern pada perekonomian daerah Ogan Komering Ulu.

Pada tahun 2017 sektor primer semakin menurun menjadi 32,46 persen, sektor sekunder meningkat menjadi 31,18 persen dan sektor tersier meningkat menjadi 36,36 persen. Sedangkan tahun 2018 peran sektor primer cenderung semakin menurun menjadi 30,26 persen, sektor sekunder meningkat menjadi 32,23 persen dan sektor tersier 37,49 persen. Sementara pada tahun 2019 peran sektor primer 28,86 persen, sektor sekunder 38,38 persen.
Kontribusi lapangan usaha Industri Pertanian pada tahun 2019 menempati posisi tertinggi dalam pembentukan PDRB Kabupaten OKU yakni sebesar 19,51 persen. Kemudian diikuti Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 18,70 persen, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 15,46 persen. Pertambangan dan Penggalian 13,40 persen dan Kontruksi sebesar 13,00 persen. Sementara lapangan usaha lainnya masih dibawah 5 persen.

Apabila dilihat lebih detil perkembangan masing-masing sektor, terlihat fenomena yang cukup menarik dalam kontribusi tiap sektor. Kontribusi lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang masuk kelompok sektor primer cenderung semakin menurun dari tahun ke tahun. Kontribusi lapangan usaha ini pada tahun 2016 sebesar 21,61 persen, sementara tahun 2017 turun menjadi 19,02 persen serta tahun 2018 turun menjadi 16,98 persen dan tahun 2019 menjadi 15,46 persen. Demikian pula halnya dengan lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang juga masuk kelompok sektor primer ikut mengalami penurunan kontribusi. Pada tahun 2015 sektor ini memberikan kontribusi sebesar 15,76 persen kemudian menurun menjadi 14,23 persen pada tahun 2016, menjadi 13,44 persen pada tahun 2017 serta menjadi 13,30 persen pada tahun 2018, namun bertambah 0,1 persen di tahun 2019.

Sementara lapangan usaha industri pengolahan dan lapangan usaha kontruksi yang masuk kelompok sektor sekunder cenderung mengalami peningkatan kontribusinya terhadap PDRB OKU. Untuk lapangan usaha industri pengolahan pada tahun 2015 sebesar 15,49 persen kemudian meningkat menjadi sebesar 16,35 persen pada tahun 2016 sementara pada tahun 2017 menjadi sebesar 17,63 persen serta tahun 2018 menjadi 18,78 persen sementara di tahun 2019 menjadi 19,51 persen.

Demikian pula halnya dengan lapangan usaha konstruksi yang juga masuk kelompok sektor sekunder ikut mengalami peningkatan kontribusi. Pada tahun 2015 sektor ini memberikan kontribusi sebesar 11,72 persen kemudian menurun menjadi 12,74 persen pada tahun 2016 dan menjadi 13,31 persen pada tahun 2017 dan tahun 2018 menjadi 13,20 persen serta tahun 2019 menjadi 13,00 persen.

Sedangkan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor yang masuk kelompok sektor tersier juga cenderung mengalami peningkatan kontribusinya terhadap PDRB OKU. Untuk lapangan usaha perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor sebesar pada tahun 2015 sebesar 13,61 persen kemudian meningkat menjadi sebesar 15,75 persen pada tahun 2016 sementara pada tahun 2017 menjadi sebesar 16,80 persen dan tahun 2018 menjadi 17,84 persen seta di tahun 2019 menjadi 18,70 persen.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.