Ratusan Ruas Jalan di Jatim akan Ditutup Berkala

Petugas kepolisian melakukan sosialisasi Baturajaradio.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) mengerahkan polres jajarannya untuk menutup ruas jalan secara berkala. Total ada 115 ruas jalan yang akan ditutup dan dijadikan sebagai kawasan jaga jarak fisik atau physical distancing. Kesemua ruas jalan tersebut berada di 36 daerah di Jawa Timur."Datanya yang sudah menerapkan jalur physical distancing sebanyak 36 Polres di 115 ruas jalan," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
Trunoyudo menyatakan, dalam perkembangannya, kawasan physical distancing akan terus dievaluasi. Terbaru, Polda Jatim menetapkan Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan Surabaya yang akan ditutup dalam jam tertentu.
"Selama dua minggu kita berlakukan. Sama kayak kemarin jamnya," kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan.
Jam yang dimaksud ialah pukul 10.00-15.00 WIB dan 18.00-23.00 pada hari biasa. Sedangkan, akhir pekan dan hari libur ditutup pukul 10.00-15.00 WIB dan 18.00-06.00 WIB.
Pemberlakuan buka tutup dua ruas jalan tersebut sebelumnya hanya tiga hari saja yakni mulai Jumat-Minggu. Penutupan itu dinilai cukup efektif untuk mengantisipasi kerumunan masyarakat yang bisa berdampak pada penularan virus Corona atau Covid-19. 
"Sementara Darmo sama Tunjungan dulu. Evaluasinya bagus, karena tidak dilakukan terus menerus jadi kurang efektif. Kemarin cuma Jumat, Sabtu, Minggu karena keterbatasan personel. Sama Kapolda sekarang ditambah personelnya," kata Budi.
Sedangkan, untuk ruas jalan lainnya di Surabaya, kata Budi, masih dibuka seperti biasanya. Sementara ini, pemberlakuan penutupan setiap hari selama dua pekan hanya di dua ruas jalan tersebut. 
"Sementara tidak ada, itu saja dulu (dua ruas jalan). Mungkin ada kawasan physical distancing baik kendaraan ataupun orang. Kawasan ini kan mengajak masyarakat untuk lebih banyak aktivitas di rumah," kata dia. (https://republika.co.id/berita/q81r2a382/ratusan-ruas-jalan-di-jatim-akan-ditutup-berkala)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.