Kekeringan dan Tanah Retak-retak, Ratusan Hektar Sawah Tadah Hujan di OKU Timur Terancam Gagal Panen

Kekeringan dan Tanah Retak-retak, Ratusan Hektar Sawah Tadah Hujan di OKU Timur Terancam Gagal Panenbaturajaradio.com -Selain pasokan air bersih di sumber air warga yang mulai mengering, lahan sawah yang mengandalkan air hujan mulai mengering dengan tanah yang mulai retak sehingga mengancam matinya tanaman padi yang sudah mulai mengeluarkan buah.

Meski kemarau baru beberapa Minggu, namun petani sudah mulai merasakan dampaknya.

Lahan sawah tadah hujan petani mulai kehabisan stok air sehingga sebagian petani terpaksa melakukan pengairan dengan cara menyedot dari sumur bor.

Namun sejumlah petani lainnya hanya bisa pasrah dan berharap hujan turun untuk mengairi lahan sawah mereka yang mulai mengering.

"Sawah mulai mengering. Tanaman padi mulai menguning. Mudah-mudahan hujan segera turun agar musim tanam kali ini bisa diselamatkan," ungkap Yusra salah satu petani sawah tadah hujan diwilayah kecamatan Madang Suku II Kamis (18/7/2019).

Petani kata dia tidak bisa berbuat banyak untuk menyelematkan tanaman padi mereka selain berdoa. Karena untuk mengairi menggunakan sumur bor tidak semua petani memilikinya.

Sedangkan saluran irigasi belum bisa dinikmati karena lokasi sawah mereka yang tidak dilewati oleh saluran irigasi.

Yusra mengaku sangat khawatir padinya akan mengalami gagal panen karena sudah beberapa hari terakhir lahan sawahnya mulai kering bahkan tanahnya mulai retak.

Lahan sawah yang dimilikinya saat ini seluas tiga Hektare (Ha) dilanda kekeringan.

Biasanya kata dia, hasil panen untuk lahan sawah yang digarapnya sekitar 21 ton padi.

Namun jika melihat kodisi kekeringan saat ini diperkirakan hasil panen akan mengalami penurunan bahkan bisa jadi mengalami gagal panen akibat kekeringan.




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.