Banner

Banner
Pemkab OKU

Kucing Anggora Seret Uripan dan And ke Penjara

Kucing Anggora Seret Uripan dan And ke Penjarabaturajaradio.com -Gara gara kucing anggora, Uripan (20) dan And (17) berurusan dengan hukum . kedua tersangka pencuri kucing anggora ini terancam hukuman 7 tahu penjara.

Kapolres OKU AKBP Dra Ni Ketut Widayana Sulandari kepada awak media Rabu (19/6/2019), menjelaskan, tersangka diduga telah mencuri tujuh ekor kucing anggora berbagai jenis milik Yuli Tanzania Binti Watoni (38).

Kucing anggora yag imut dan lucu itu dipelihara korban di sebuah bedeng di kawasan Pancur Desa Tanjungbaru Kecamatan Baturaja Timur.

Korban memang bisnis jual beli hewan peliharaan jenis kucing anggora yang dipelihara di bedeng. Kasus pencurian hewan peliharaan itu terjadi pertengahan bulan Mei lalu.

Pertama kali diketahui Kucing-kucing itu hilang saat korban bermaksud memeriksa dan memberi makan kucing-kucing peleiharaannya.

 Betapa terkejut korban mendapatkan pintu bedeng tempat peliharaan kucing-kucing anggoranya sudah dibongkar. Setelah diperiksa ternyata semua kucing anggora korban sudah tidak ada lagi dikandangnya.

Kasus pencurian hewan peliharaan kucing anggora ini langsung dilaporkan korban ke polisi. 

Polisi yang mendapat laporan dari korban yang berlamat di Jalan Kom HM Amin Rt 01 RW 03 Kelurahan Air Gading Kecamatan Baturaja Barat ini langsung melakukan penyelidikan.

Polsek Baturaja Barat dibawah pimpinan AKP Marwan bersama Kanit Res Polsek Baturaja Barat Ipda Gaguk Suhaimi bersama anggota berhasil menangkap tersangka pelakunya.

Kedua warga Jalan Kapten Tendean Kelurahan air Gading Kecamatan Baturaja Barat ini langsung digelandang ke Mapolsek Baturaja Barat.

Menurut Kapolres, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu ekor indukan kucing anggora jenis persia peknosa warna putih dan satu ekor anakan kucing anggora jenis persia peknosa warna putih.

Diamankan juga satu buah sangkar kucing warna hijau abu abu. 

Sementara itu tersangka Uripan alais Oyib mengaku dari hasil mencuri kucing-kucing itu dia hanya mendapatkan uang Rp 200 ribu dengan menjual satu ekor kucing.

“Kucing-kucing itu lepas saat kami ambil, hanya dapat empat ekor, satu ekornya sudah dijual seharga Rp 200 ribu,” terang tersangka seraya menambahkan dirinya tidak tahu kalau kucing- kucing anggora itu harganya mahal.

Uang hasil penjualan kucing anggora sudah habis. (https://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.