Banner

Banner
Pemkab OKU

Harga Sembako di Pekanbaru Masih Tinggi Usai Lebaran

Sejumlah pedagang menata aneka makanan ringan di Pasar Bawah, Pekanbaru, Riau, Jumat (27/7). Pasar Bawah merupakan salah satu destinasi, khususnya untuk wisata belanja kuliner khas tradisional di Kota Pekanbarubaturajaradio.com -Harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, saat ini belum stabil. Padahal, perayaan Idul Fitri 1440 Hijriyah telah berlalu.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Selasa, harga cabai merah masih bertahan di angka Rp 80 ribu per kilogram. "Hari ini harganya masih Rp 80 ribu.

Sebelumnya di hari H hingga H+2 Lebaran, cabai merah mencapai Rp 100 ribu per kilogram," ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Selasa (11/6).

Selain cabai, harga kebutuhan pokok lainnya yang juga masih meroket, seperti daging ayam dengan harga Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogram, naik sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram dari harga normal.

"Harga normalnya sekitar Rp 30 ribu per kilo, tapi kini masih bertahan di angka Rp 40 ribu dan Rp 45 ribu per kilo," sebut Ingot.

Harga relatif tinggi juga terjadi pada komoditas bawang putih, bawang merah, dan sejumlah bumbu dapur lainnya. 

Menurut dia, meroketnya harga sejumlah kebutuhan pokok usai Idul Fitri karena aktivitas pedagang di pasar belum normal setelah banyak di antara mereka yang berlebaran ke kampung halaman.

"Kenaikan harga ini dampak belum stabilnya aktivitas pedagang di pasar, banyak pedagang yang pulang kampung. Pasokan juga belum lancar karena sopir juga banyak yang tidak aktif saat lebaran," ungkapnya.

Pekan ini, Ingot berharap harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut bisa kembali stabil. "Minggu ini kita perkirakan sudah normal lagi karena aktivitas pedagang sudah mulai normal," pungkasnya. (https://nasional.republika.co.id)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.