Banner

Banner
Kapolres OKU

Sungai Ogan Meluap, Jembatan Gantung Terendam, Kendaraan Terjebak Banjir di Jalan Lintas Baturaja

Sungai Ogan Meluap, Jembatan Gantung Terendam, Kendaraan Terjebak Banjir di Jalan Lintas Baturajabaturajaradio.com -Hujan deras mengguyur Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (25/4/2019) malam.

Sungai Ogan yang melintasi kota ini meluap. Bahkan jalan raya dibeberapa tempat ikut tergenang.

Misalnya terpantau dilapangan, Jumat (26/4), luapan Sungai Ogan menyebabkan jembatan gantung di desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tak dapat dilintasi masyarakat.

Ketinggian air sungai sudah menyentu lantai jembatan.

Derasnya arus sungai membuat sampah yang terbawa arus menyangkut di jembatan gantung.

Arbi warga Baturaja mengaku tadinya hendak menyeberang untuk menemui keluarganya.

Namun ia tidak jadi menyemberang lantasan jembatan kondisinya mengerikan. Terlebih arus sungai terlihat deras.

"Kejadian itu terjadi pada pagi hari setelah semalam hujan deras semalam," katanya.

Disamping itu warga sekitar menjelaskan di seberang jembatan ada sekitar 80 Kepala keluarga yang tiap hari melintas jembatan ini, serta banyak anak sekolah untuk pergi dan berangkat ke sekolah.

Kalau melalui jalur lain tentu sangat jauh.

Ditempat lain, hujan deras dengan intensitas tinggi diwilayah OKU menyebabkan beberapa ruas jalan lintas sumatera (jalinsum) terendam air hingga lutut orang dewasa.

Hal itu membuat kemacetan parah.

Ratusan kendaraan terjebak kemacetan di jalan lintas sumatera (jalinsum) tepatnya di desa Karang Endah kecamatan Baturaja Barat pada jumat pagi.

Hal itu diakibatkan meluapnya sungai ogan hingga ke badan jalan mencapai hingga setinggi lutut orang dewasa.
Warga sekitar dibantu aparat terjun langsung membantu melancarkan arus lalu lintas.Luapan Sungai Ogan menyebabkan jembatan gantung di desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tak dapat dilintasi masyarakat, Jumat (26/4/2019). (Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya)

Selain mengakibatkan kemacetan, beberapa pengendara roda dua yang nekat menerobos aliran air harus harus rela sepeda motornya mogok.

Ruas jalan yang sempit membuat arus kendaraan dari kedua arah harus bergantian untuk bisa menembus derasnya aliran air.

Warga sekitar mengaku banjir yang melanda saat ini cukup besar terjadi hingga meluap ke bahu jalan serta pemukiman warga. Warga mengaku tidak bisa beraktifitas terutama ke kebun.

"banjir ini setia tahun terjadi, untuk tahun ini lumayan besar, ketinggianya bervariasi mencapai lutut orang dewasa hingga satu setengah meter, kami sebagai warga juga terganggu aktifitas, "ucap Supri. (http://sumsel.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.