Di Tingkat Pengecer Harga Gas Elpiji 3 Kg di Muaradua OKU Selatan Capai Rp 25 Ribu Pertabung

Di Tingkat Pengecer Harga Gas Elpiji 3 Kg di Muaradua OKU Selatan Capai Rp 25 Ribu Pertabungbaturajaradio.com -Diduga permainan di tingkat pengecer, harga tukar tabung gas elpiji 3 Kg pada di Bulan Ramadhan 1440 Hijriah, mengalami lonjakan hingga Rp 25 ribu pertabungnya.

Kenaikan harga terpantau di daerah Kota Muaradua OKU Selatan, dan sekitar dengan harga di tingkat pengecer Rp 22 ribu hingga mencapai Rp 25 ribu pertabungnya, Selasa (21/5/2019).

Kenaikan harga yang terjadi di sejumlah daerah Kecamatan Muaradua pada tingkat pengecer, sehingga menjadi keluhan warga akan tingginya harga tukar untuk keperluan memasak tersebut.

"Satu tabungnya Rp 25 ribu, untuk tabung gas volume 3 Kilogram."terang Eliana.

Kuat dugaan permainan di tingkat pengecer harga mengalami lonjakan di saat stok dan harga yang terbilang aman ditingkat agen yang beroperasi, bahkan pihak agen menyuplai pada tingkat pangkalan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Tidak ada lonjakan harga gas elpiji, Harga jual Rp 17500 mengikuti HET yang berlaku, stok masih aman dan banyak,"ujar Hamzah salah satu agen yang beroperasi di Muaradua.

Terpisah, dikonfirmasi pada instansi terkait melalui Kabag Ekonomi Permiadi Haikal, terkait tingginya harga tabung gas Elpiji 3 Kg, mengatakan hal itu tak lain akibat ulah tingkat pengecer yang membandel.

"Hasil dari monev sudah diingatkan untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi, bahkan saat ini masih akan dimonitor terus di lapangan,"ujar Permiadi.

Dikatakannya apabila terdapat indikasi penimbunan gas atau yang mengalami kenaikan terlalu tinggi pihaknya akan mengambil tindakan tegas berupa melakukan penertiban.

"Apabila mengalami kenaikan terlalu tinggi kita akan mengajak aparat terkait untuk mengambil langkah penertiban,"terangnya.

Disampaikannya, untuk di pangkalan stok masih aman dari pangkalan harga masih stabil, namun harga yang kerap menjadi permainan tingkat pengecer yang kerap manaikan harga secara sepihak.(http://palembang.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.