Banner

Banner
Pemkab OKU

Debat Alot KPU-Bawaslu Sebelum Rekapitulasi Suara Luar Negeri


Debat Alot KPU-Bawaslu Sebelum Rekapitulasi Suara Luar Negeribaturajaradio.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara luar negeri. Sebelum rapat pleno dimulai, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memberikan usulan agar yang dibacakan hasilnya adalah yang tidak ada pengawas luar negeri.

"Bahwa PPLN yang ada di perwakilan negara ini kan tidak semua Bawalsu punya pengawas. Kami hanya punya di 35 negara. Untuk itu maka dan sebagian pengawas kami masih dalam perjalanan," kata Ketua Bawaslu Abhan di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019). 


"Kami mengusulkan agar yang dibacakan hari ini adalah negara yang tidak ada pengawas luar negeri," imbuhnya.


Terkait usulan tersebut, Ketua KPU Arief Budiman meminta kepada Abhan agar memberikan jadwal pasti kedatangan para pengawas di luar negeri. Sebab, menurut Arief, para PPLN yang sudah diundang tak bisa hadir di Indonesia terlalu lama.

"Pak Abhan mohon kami bisa diberi jadwal kedatangan panwas luar negeri karena PPLN yang ada di sini kan dia juga tidak bisa tinggal di sini terlalu lama. Mungkin PPLN di sini jadwal cutinya juga terbatas. Jadi mereka juga tidak bisa tinggal lama di sini," ujar Arief.

Menurut Arief, PPLN yang diundang untuk hadir ke Indonesia datang secara bergelombang. Ia meminta Sekretariat Bawaslu dan Sekretarian Pokja Pemilu Luar Negeri berkoordinasi terkait jadwal kedatangan panwas dan PPLN.

"Jadi untuk negara yang PPLN-nya tidak datang, itu hasilnya nanti akan dibacakan oleh pokja PPLN. Karena memang tidak semua perwakilan negara bisa kita hadirkan di sini. Jadi hasilnya yang sudah dikirimkan nanti pokja PPLN lah yang membacakan," ucap Arief.

Sementara itu, Ketua Pokja Pemilu Luar Negeri Wajid Fauzi menjelaskan ada 130 PPLN dan 35 di antaranya akan hadir di Jakarta untuk rekapitulasi. Dari jumlah PPLN, ada 75 yang sudah mengirimkan dokumen, dan beberapa yang lain sudah menyampaikan beritanya melalui faximile.

"Pada hari ini yang sudah hadir Melbourne, Washington DC. Yang sudah ada dokumennya adalah Tunis, Karachi, Praha, Hanoi, Yangon, Rabat, New Delhi, Helsinki, Wina, Moskow, Khartoum, dan Pyong Yang. Ada 15 yang siap untuk kami rekap pada hari ini," jelas Wajid.

Perwakilan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga berkali-kali melakukan interupsi terkait dengan teknis rekapitulasi. Adanya interupsi dari Bawaslu, TKN, dan BPN menyebabkan waktu dimulainya rekapitulasi menjadi mundur dari yang semula dijadwalkan pukul 08.00 WIB dan baru dimulai rekapitulasi pukul 10.35 WIB.

Saat ini, pembacaan hasil rekapitulasi masih berlangsung. Hasil dari PPLN yang dibacakan mengikuti jadwal dari KPU yang telah ditetapkan sebelumnya.


(https://news.detik.com/berita)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.