Bawaslu Tindak Lanjuti Laporan Caleg PAN , Mengenai Selisih Perolehan Suara Dan Beda Tanda Tangan

Bawaslu Tindak Lanjuti Laporan Caleg PAN , Mengenai Selisih Perolehan Suara Dan Beda Tanda Tanganbaturajaradio.com -Bawaslu OKU Timur menindaklanjuti laporan Caleg Partai Amanat Nasional (PAN), Esya Astuti, SE dari Dapil V yang meliputi Kecamatan Buay Madang, Buay Madang Timur dan Buay Pemuka Bangsa Raja.

Esya Astuti, SE melalui kuasa hukumnya Raju Diagunsyah, SH dari Kantor Hukum M. Husni Chandra dan Rekan Kamis (25/04) mengatakan, pemeriksaan terhadap kliennya merupakan tindak lanjut laporan pada 23 April 2019.

ampaikan sudah diregestrasi oleh Bawaslu.

Adapun Materi laporan mengenai selisih perolehan suara dan beda tanda tangan di lembaran C1.

"Harapan kita apa yang kita laporkan diproses. Jika terbukti harus dilakukan pemilihan ulang karena terjadi pelanggaran," tambahnya.

Ketua Bawaslu OKU Timur Ahmad Gupron melalui Koordinator Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Beni Tenagus, menambahkan laporan Esya sudah diregister kemudian memanggil pelapor dan saksi-saksi.

Saksi yang dipanggil Juanda dan Hermansyah untuk dimintai keterangan tetang laporan yang disampaikan ke Bawaslu.

"Pada prinsipnya Bawaslu menindaklanjuti dan kita akan memanggil terlapor KPPS, PPK dan KPU untuk diambil keterangan," katanya.

Calon Legislatif (Caleg) DPRD OKU Timur Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang meliputi Kecamatan Buay Madang, Buay Madang Timur dan Buay Pemuka Bangsa Raja dari Partai Amanat Nasional (PAN), Esya Astuti, SE melalui kuasa hukumnya Raju Diagunsyah, SH dari Kantor Hukum M.

Husni Chandra dan Rekan, melaporkan Penyelenggara Pemilu ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan Bawaslu OKU Timur, Selasa (23/04) lalu.

Laporan ini dilakukan berdasarkan sejumlah temuan dari hasil rekapitulasi formulir C1 yang mereka terima dari KPU. Setelah dilakukan pengamatan pada lembar formulir C1 tersebut, ditemukan sejumlah kejanggalan.

Diantaranya ditemukan selisih angka antara data dengan jumlah keseluruhan sebanyak 31 formulir, kemudian ditemukan juga formulir C1 yang tercoblos tunggal hanya untuk satu nama Caleg sebanyak 4 formulir serta ada perbedaan tanda tangan di 26 formulir C1.

"Sehingga total ada 61 formulir C1 yang kami pertanyakan kepada pihak penyelenggara. Atas dasar tersebut hari kami secara resmi melaporkan temuan ini kepada Bawaslu OKU Timur atas rekomendasi DPD PAN", jelas Raju. (http://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.