Banner

Banner
Pemkab OKU

PWI OKU: Media Pecah Belah Umat, Tak Baik !

baturajaradio.com -Soal Tabloid Indonesia Barokah, Dewan Pers telah menyatakan bahwa Tabloid tersebut bukanlah produk Jurnalistik sebagaimana yang dimaksud dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

Kaitannya itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memang belum melakukan sikap pro aktif terhadap tabloid tersebut.

Sebab, tabloid yang memuat konten yang cenderung tendensius dan menyudutkan satu di antara calon presiden yang akan mengikuti Pemilu 17 April 2019 nanti, itu belum sempat beredar di OKU dan sekitarnya.

"Saya sendiri sebetulnya belum melihat. Tapi, yang jelas kita patuhi edaran Dewan Pers bahwa tabloid itu bukan karya jurnalistik karena alamat tidak jelas, dll," ujar Ketua PWI OKU, Purwadi SP, didampingi Sekretarisnya, Muhammad Wiwin SHI.

Pur, panggilan akrab Purwadi, mengaku memang tidak sepakat dengan suatu media yang condong memecah belah umat.

"Kalau suatu media digunakan untuk memecah belah umat, tentu tidak baik. Kami kira, rakyat sudah pintar menilainya," sebutnya.

Untuk itu, PWI OKU mengimbau agar masyarakat khususnya teman-teman wartawan untuk tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang memecah belah umat.

Diketahui, bahwa tabloid Indonesia Barokah telah sampai di Baturaja, melalui Kantor Pos setempat pada Rabu (23/1) lalu. Namun belum sempat beredar.

Pihak Kantor Pos Baturaja telah mendapat instruksi dari Kepala Kantor Pos Regional Sumsel, agar paket berisi tabloid tersebut tidak didistribusikan. (http://www.rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.