Banner

Banner
Kapolres OKU

Bayi Penderita Omphalocele Asal OKU Masih Dirawat di RSMH Palembang, Butuh Bantuan untuk Pengobatan

Bayi Penderita Omphalocele Asal OKU Masih Dirawat di RSMH Palembang, Butuh Bantuan untuk Pengobatanbaturajaradio.com -Donasi untuk ananda Fatimah Azzahrah bayi penderita Omphalocele terus mengalir.

Kali ini dari ibu-ibu KICI (komunitas Ibu Cerdas Indonesia) OKU, dosen dan karyawan Unbara, beberapa majlis Ta'lim yang terhimpun dalam maelis kajian Fiqih Muslimah.


Hal itu dikatakan Wakil Rektor II Universitas Baturaja, Ir Hj Lindawati MT kepada Sripoku.Com Rabu (23/1/2019).

Menurut Lindawati, dana yang terkumpul sebesar Rp. 9.400.000 langsung diserahkan kepada orang tua Fatimah Azzahrah. Donasi diantar langsung kepada kedua orang tua Fatimah Azzahrah.

Saat ini bayi berumur 17 hari itu dirawat di RSUP Mohammad Hoesin Palembang ditunggui oleh kedua orang tuanya Ayah Darwiyanto (38) dan Ibu Aswana (33).

Kedua orang tua Fatimah mengaku sangat bersyukur setelah menerima donasi yang diserahkan Ir Hj Lindawti MT mewakili para donasi yang tergabung dalam KICI, dosen dan karyawan Universitas Baturaja, dari beberapa majelis Ta’lim Baturaja yang terhimpun dalam majelis kajian Fiqih Muslimah. 

Donasi ini sangat berarti bagi Darwiyanto, karena bisa membantu meringankan penderitaan mereka.

Fatimah Azzahrah, bayi mungil kelahiran Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) tanggal 7 Januari 2019 lalu ini menderita Omphalocele.

Sejenis penyakit yang membuat beberapa organ di perut Fatimah Azzahrah keluar dari pusar dikarenakan tidak terbentuknya dinding perut. Tim dokter harus i mengobservasi dan mengambil tindakan untuk mencegah infeksi lebih lanjut.
 
Kondisi kedua orang tua Fatimah Azzahrah sangat memprihatinkan, penghasilan ayah Fatimah sebagai buruh bangunan tidak cukup untuk membiayai kebutuhan selama puteri keduanya itu dirawat di Palembang.

Apalagi pasangan ini juga harus memikirkan anak sulungnya, untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja pasangan muda ini harus kerja banting tulang.

Namun ujian berat yang kini mereka alami harus diperjuangkan, keduanya harus berjuang mengobati Fatimah dan kemungkinan besar harus dilakukan tindakan operasi.

Butuh biaya yang tidak sedikit, namun Darwiyanto dan Aswana tidak putus asa, karena masih banyak orang-orang dermawan dan berhati baik yang peduli dengan kesulitan mereka. 

Bagi kaum dermawan yang ingin membantu sesama inilah saatnya menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu biaya pengobatan Fatimah Azzahrah. (http://palembang.tribunnews.com)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.