Banner

Banner
Pemkab OKU

Kualitas Hasil Panen Jagung di Baturaja Diakui Sampai ke Luar Kota

Baturajaradio.com- Limbah sampah bekas panen, seperti bekas bongkol Jagung di wilayah Baturaja,
Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) masih belum bisa dimanfaatkan oleh petani.

Padahal bekas panen jagung ini bisa dimanfaatkan, satu diantaranya untuk bahan bakaran pengasapan untuk mengeringkan biji jagung yang sudah di panen.Pembina Kelompok Tani Jagung, Desa Batuputih, Kecamatan Baturaja Barat, Yuliko Saputra kepada wartawan, Minggu (1/4/2018) menjelaskan,

untuk saat ini bekas bongkol jagung ini masih belum termanfaat dengan baik. Saat ini terbuang sia-sia saja.
Sebenarnya jika fasilitas memungkinkan bekas bongkol jagung ini bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar open pengering biji jagung.

“Di Baturaja ini belum ada alat seperti open pengering biji jagung yang sudah dipanen.
Jika sudah ada open, bongkol jagung ini bisa dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Antara lain kata Yuliko manfaatnya,  jika sudah ada open pengering biji jagung di daerah berjuluk bumi sebimbing sekundang ini, petani jagung khususnya sangat terbantu.
Selain bisa menambah pendapatan, juga mempermudah petani dalam melakukan pengeringan biji jagung dan menanggulangi sampah bekas bongkol jagung.

“Kalau sekarang ini ya di bakar sedikit-seditit. Terbuang tidak terpakai.
Untuk mencapai hal itu ia sudah beberapa kali berkoordinasi dengan pelaku usaha yang ada di OKU.
Tapi lagi-lagi untuk mengadakan open pengering biji jagung itu terkendala modal.

Modalnya tidak sedikit, harga mesin open pengering jagung itu bisa mencapai lebih kurang hingga satu miliar,” kata Yuliko berharap kalau saja pemerintah bisa mengadakan open ini tentunya petani jagung di OKU bisa terbantu.

Ia menjelaskan potensi menanam jagung, hasilnya sangat menjanjikan masyarakat.
Selain harga jual yang stabil, hasil panen juga tidak mengecewakan.

Kualitas jagung dari OKU ini tidak mengecewakan. Bahkan karena menjanjikanya hasil bertani jagung ini,

banyak petani sebelumnya mengeluti tanaman karet dan padi berali ke jagung. “Market penjualannya  juga mudah,” jelas Yuliko.Di desa Batuputih, Kecamatan Baturaja Barat ini kata Yuliko ada sekitar 25 orang petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Desa setempat.
–– ADVERTISEMENT ––

Lahan yang digunakan secara keseluruhan mencapai puluhan hektare.

Dalam satu hektare lahan hasilnya bisa mencapai 5-6 ton jika panen maksimal.
“Megapa kita bina kearah jagung, karena indonesia masih membutuhkan jagung, bahkan surplus.
Kualitas Jagung, dilirik oleh peternak asal lampung, palembang dan Padang.

Mereka mengakui jagung berkualitas itu dari Baturaja OKU, OKU Timur dan OKU Selatan.
Hal ini dikarenakan tingkat kadar airnya sedikit.
Dan masa panen jagung tongkol satu di baturaja ini memang 120 hari bukan 90 hari,” jelas Yuliko untuk harga dimusim panen ini cukup baik, berkisar Rp 2600 perkilogram.
(http://sumsel.tribunnews.com)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.