Banner

Banner
Pemkab OKU

Rusia Enggan Ekstradisi 13 WN Rusia yang Didakwa Campuri Pilpres AS


Baturajaradio.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin, enggan mengekstradisi 13 warganya yang didakwa mencampuri pilpres Amerika Serikat (AS) tahun 2016 lalu. Putin juga menegaskan 13 warga Rusia yang didakwa AS itu sama sekali tidak mewakili negara dan pemerintah Rusia. 

Penegasan ini disampaikan Putin dalam wawancara eksklusif dengan penyiar NBC News, Megyn Kelly. Wawancara ini ditayangkan di AS pada Minggu (4/3) waktu setempat. Wawancara dengan Putin ini merupakan wawancara kedua Kelly yang sebelumnya bergabung dengan Fox News. Kelly mewawancarai Putin pertama kali pada Juni 2017. 

"Tidak pernah," ucap Putin kepada Kelly, saat ditanya soal ekstradisi 13 warga Rusia yang didakwa AS, seperti dilansir The Guardian, Senin (5/3/2018). "Tidak pernah. Rusia tidak mengekstradisi warga negaranya kepada siapa pun," imbuhnya. 



Jawaban Putin ini semakin menegaskan kecilnya kemungkinan bagi 13 warga Rusia yang didakwa AS untuk hadir dalam sidang demi membuktikan dakwaan mencampuri pilpres AS. Pemerintah AS sendiri tidak memiliki kesepakatan ekstradisi dengan Rusia. Konstitusi Rusia sendiri melarang praktik ekstradisi warganya ke negara lain.

Kantor Penasihat Khusus AS Robert Mueller merilis dakwaan pidana mencampuri pilpres AS untuk 13 warga negara dan tiga perusahaan Rusia pada Februari lalu. Mueller memimpin penyelidikan FBI terhadap dugaan kolusi antara tim kampanye Presiden AS Donald Trump dengan Rusia untuk mempengaruhi hasil pilpres 2016.




Disebutkan dalam dakwaan itu bahwa organisasi Rusia bernama Internet Research Agency (IRA) melakukan konspirasi spionase dan kriminal untuk mencampuri pilpres AS yang digelar tahun 2016. Konspirasi itu bertujuan melambungkan Trump yang saat itu menjadi capres Partai Republik dan menjatuhkan rivalnya, Hillary Clinton, capres Partai Demokrat.

Dalam wawancara ini, Putin juga menyatakan pemerintahannya tidak bisa berkomentar banyak hingga otoritas AS menyerahkan material dan data secara spesifik. "Saya harus melihat dulu apa yang telah mereka lakukan. Berikan kami material, beri kami informasi," ucapnya. 

Saat ditanya Kelly apakah otoritas Rusia akan menindak tegas nama-nama yang disebutkan dalam dakwaan AS, Putin menjawab: "Kami tidak bisa merespons jika mereka tidak melanggar hukum Rusia,"



Lebih lanjut, Putin menegaskan bahwa pemerintahannya tidak terlibat dalam mengarahkan operasi mencampuri pilpres AS seperti yang disebutkan dakwaan yang disusun Mueller itu. 

"Saya tahu bahwa mereka tidak mewakili negara Rusia, otoritas Rusia," tegasnya. "Apa yang mereka lakukan secara spesifik, saya tidak tahu," imbuh Putih.

(https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.