Banner

Banner
Pemkab OKU

Cuaca Buruk, Cabai Rawit Jadi Langka dan Mahal di OKU Selatan

Baturajaradio.com Salah satu kebutuhan Sembilan bahan pokok (Sembako) jenis Cabai rawit di pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua sulit di jumpai pembeli sejak beberapa hari terakhir. Selasa (27/3)

Hal ini di sebabkan karena tingginya curah hujan yang melanda kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, belakangan ini sehingga pertumbuhan cabe rawit menjadi kurang produktifitas serta hambatan pemasok Cabai karena kondisi cuaca.

Salah seorang pedagang sayur di pasar Saka Selabung Muaradua, Sri mengatakan kalau sejak 3 hari terakhir stok cabe selalu keurangan,

"Sejak tiga hari ini jualan cabai mengalami kekurangan, akibat cuaca buruk yang berpengaruh pada komuditas petani cabai,"kata Dia, Selasa (27/3).

Ditambahkanya selain mempengaruhi komuditas cabe cuaca yang buruk juga menghambat pemasok cabe ke Pasar, yang biasa dipasok dari Kecamatan Pulau Beringin dan Provinsi Lampung Barat

Salah seorang pembeli Elis, mengaku terpaksa berpindah ke cabai besar karena sulitnya ditemui cabai rawit yang biasa digunakan sebagai bumbu memasak di dapur,
"Terpaksa harus beralih membeli cabe besar, karena cabe kecil agak sulit di dapatkan,"terangnya,"

Pantauan Sripoku.com, di pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua, kelangkaan harga cabai rawit membuat harga mengalami lonjakan,
Dari sebelumnya harga normal cabai rawet Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu kini mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu,
Sedangkan harga cabai besar juga mengalami kenaikan Rp 5 ribu rupiah, yang semula seharga Rp 35 ribu mencapai Rp 40 ribu rupiah.


(http://sumsel.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.