Header Ads

Waspada Banjir Bandang, BPBD OKUT Siapkan Posko Tanggap Darurat

Baturaja Radio - Tingginya intensitas hujan disertai angin kencang dalam satu minggu terakhir bahkan bencana alam sudah terjadi di beberapa wilayah baik di Pulau Jawa maupun diwilayah Sumatera Selatan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Timur mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi adanya korban jiwa jika bencana alam terjadi.
 
Kepala BPBD OKU Timur H Rusman, Minggu (25/9/2016), sudah menyiapkan posko koordinasi tanggap darurat yang bisa bergerak cepat dalam memberikan bantuan jika terjadi bencana alam.

Selain itu, disetiap wilayah terutama yang memiliki potensi rawan bencana pihaknya sudah menyiapkan tim khusus yang sewaktu-waktu langsung turun ke lokasi dengan peralatan lengkap.

“Tim tanggap darurat memang sudah dibentuk sejak beberapa bulan lalu untuk mengantisipasi kebakaran,"
"Saat ini cuaca beralih menjadi ekstrem dengan hujan dan angin. Mereka tetap kita siagakan untuk mengantisipasi korban jiwa jika ada bencana alam,” katanya.

Menurut Rusman, selain menyiagakan tim tanggap darurat pihaknya juga sudah memberikan instruksi kepada seluruh camat dan kepala desa hingga tingkat RT, untuk menyampaikan himbauan kepada masyarakat.

Terutama yang berlokasi diwilayah bantaran Sungai Komering, Belitang dan Sungai Macak untuk berhati-hati terjadinya bencana banjir bandang mengingat dalam beberapa hari terakhir terjadi hujan lebat di hulu sungai, OKU Selatan.

“Bahkan di hulu sungai sudah terjadi bencana tanah longsor yang saat ini sedang ditangani pemerintah setempat. Tentunya kita harus mengantisipasi tingginya air dari hulu sungai yang dapat menyebabkan banjir bandang sehingga memakan korban jiwa,” katanya.

Menurut Rusman, meskipun banjir bandang selama ini belum pernah terjadi di wilayah OKU Timur namun tetap saja masyarakat harus berhati-hati dan waspada mengingat tingginya intensitas hujan yang turun di hulu sungai maupun diwilayah Martapura.

“Air dari hulu sungai untuk tiba di wilayah OKU Timur memakan waktu selama kurang lebih 5-8 jam. Jadi kemungkinan terjadinya banjir bandang sangat kecil. Namun demikian tetap harus diwaspadai,” katanya.(http://palembang.tribunnews.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.