Header Ads

Petani Di Cetak Sawah Diminta Waspada Hujan

Baturaja Radio - Petani yang menanam padi di cetak sawah di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR) kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) harus waspada dengan kondisi hujan yang belakangan kerap turun.

Sebab, padi yang ditanam terancam banjir. Itu karena, belum ada pembuangan air ke sungai besar. Sehingga, terancam air akan kembali ke sawah jika saat hujan terus - terusan. Sementara sungai kecil yang ada tak mampu menampung.

"Sekarang di cetak sawah itu sudah dilakukan normalisasi sungai. Namun, belum ada saluran pembuangan air ke sungai besar. Sehingga, bisa jadi jika musim hujan menyebabkan banjir," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, OKU, Syarif Hasan, kemarin.

Namun, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya (CK) untuk membangun saluran irigasi dan pembuangan tersebut. Agar saat musim hujan tidak terjadi banjir di lahan cetak sawah tersebut. "Mudah-mudahan 2017 ini dibangun saluran itu," tambahnya.

Selama ini, lanjut Syarif Hasan belum pernah terjadi banjir yang melanda persawahan petani sehingga menyebabkan gagal panen.

"Terjadi sekali di Muara Jaya. Namun itu karena tanggulnya jebol sehingga terjadi banjir bandang," ungkapnya.

Di OKU sendiri lanjutnya ada 16 ribu hektar luas tanam padi baik sawah maupun darat. Ditargetkan dari jumlah tersebut bisa memproduksi 62 ribu ton gabah. Lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang menghasilkan 45 ribu ton gabah.

"Kami berharap bisa mencapai target tersebut. Awal Oktober ini biasanya sudah mulai masuk musim tanam," pungkasnya. (rmolsumsel.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.