Header Ads

Presiden Jokowi Bahas Investasi dengan Qatar, Yordania, dan Malaysia di Istana

Baturaja Radio - Presiden Jokowi ditemui oleh delegasi pemerintahan Qatar, Yordania dan pimpinan perusahaan asal Malaysia. Pertemuan dilakukan secara marathon di Istana Merdeka.

Pertemuan pertama dilakukan bersama Menteri Ekonomi dan Perdagangan Qatar Sheikh Ahmed Jassim Al Thani. Mereka berbincang selama kurang lebih 20 menit di ruang rapat Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pukul 16.10 WIB, Selasa (2/8/2016).

"Terdapat komitmen yang tinggi dari Qatar untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Selama ini, investasi Qatar masih bergerak di bidang telekomunikasi, banking, sudah masuk ke ritel ada sedikit, tapi Qatar juga ingin menambah investasi di bidang-bidang yang lain," ungkap Menlu Retno Marsudi usai pertemuan.


Menko Perekonomian Darmin Nasution juga ikut dalam pertemuan itu. Jokowi dan Darmin lalu memaparkan 12 paket kebijakan ekonomi kepada Jassim Al Thani.

"Kita merencanakan adanya satu kunjungan delegasi dari Indonesia yang khusus untuk mendiseminiasikan 12 paket reformasi ekonomi," imbuh Retno.

Jokowi kemudian ditemui oleh delegasi perusahaan asal Malaysia, Managing Director Khazanah Berhad Tan Sri Dato' Azman Mochtar. Perusahaan itu sudah berinvestasi di Indonesia dalam pembangunan Tol Cipali.

"Mereka pertama-tama menyampaikan sangat senang dengan kesempatan yang mereka peroleh tetapi mereka memang ingin melakukan investasi lebih banyak lagi di Indonesia dan menyebut minat-minat mereka untuk dan juga di listrik dan telekomunikasi," kata Darmin usai pertemuan


 Khazanah Berhad juga bertanya-tanya kepada Jokowi tentang proyek mana lagi yang bisa diinvestasikan. Jokowi lalu mempersilakan agar Khazanah mempelajari pembangunan tol di Sumatera.

Selanjutnya Presiden Jokowi ditemui oleh Deputi PM Yordania Jawad Anani. Pertemuan itu masih membahas investasi.

"Selama ini kita sudah melakukan di bidang pembangunan pupuk dan juga industri strategis pertahanan Indonesia sudah melakukan beberapa kegiatan pameran di Yordania mudah-mudahan akan ada follow up-nya," papar Menlu Retnokemudian (https://news.detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.